MengQodlo Sholat

Advertisement

Adakah hukum qodlo sholat..???

Sholat lima waktu sehari semalam adalah wajib ‘aini, yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim yang ‘aqil, baligh dan sadar tanpa kecuali. Nah ketika salah satunya ada yang tertinggal dengan disengaja maka hukumnya dosa. Kata “disengaja” mengartikan bahwa kalau meninggalkan sholat dengan tidak disengaja maka, kita tidak berdosa.

Ada Dua contoh yang termasuk tidak disengaja, yaitu :
1.       Lupa
2.       Tidur
sebagaimana Hadits :

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّجُلِ يَغْفُلُ عَنْ الصَّلَاةِ أَوْ يَرْقُدُ عَنْهَا قَالَ يُصَلِّيهَا إِذَا ذَكَرَهَا 

Artinya : ................... Berkata Sahabat Anas Bin Malik, “Rosululloh SAW pernah ditanya tentang seorang leleki yang lupa akan sholat atau ketiduran hingga waktu sholat telah lewat. Beliau menjawab, “Lelaki tersebut harus melaksanakan sholat (yang tertinggal) ketika ia ingat”.

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ وَمُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَا حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَسِيَ صَلَاةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا لَا كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ

Artinya : ..............Bersabda Rosululloh SAW, “Barangsiapa yang lupa akan sholat, maka ia harus melaksanakan sholatnya ketika ketika ingat. Tidak ada kifarat untuknya kecuali melaksanakan sholat (yang tertinggal)”.
Dari mafhum hadits diatas jelaslah bahwa kita harus mengqodlo sholat yang tertinggal jika kita lupa atau ketiduran hingga waktu sholat terlewatkan.

Lupa dan tidur dimasukan dalam kategori tidak sengaja. Dalam Ilmu Fiqih disebut ‘Udzur Sholat.

Q : Lalu... benarkah jika demikian kita tidak berdosa..??
A : Ya. Namun tetap harus mengqodlo sholat yang terlewat sebagaimana hadits diatas.
Q : Lupa dan tidur seperti apakah yang dimaksud dalam hadits diatas..??
A : Dalam Fiqih masalah tersebut diperinci lagi :

a.       Lupa yang ditolelir sehingga tidak berdosa walaupun ketinggalan waktu sholat adalah murni lupa. Dan ketika ingat, maka harus mengqodlo sholat yang terlupakan. Adapun lupa yang disebabkan hal-hal bersifat lahwun atau laghwun apalagi lupa karena disibukan urusan dunia atau bahkan hal-hal yang diharamka, maka lupa yang demikian adalah lupa yang tidak ditolelir dan tetap berdosa jika sampai melewatkan sholat, dan tetap harus mengqodlo sholatnya.

b.      Tidur yang dimaksud dalam hadits diatas adalah tidur ketika sebelum datang waktu sholat dan terbangun setelah lewat waktu sholat dan sudah masuk waktu sholat lainnya. Contoh tertidur pada jam 11.30 dan terbangun pada jam 15.45, maka ketika terbangun kita harus mengqodlo sholat yang terlewat (dalam contoh yaitu sholat Dzuhur).
Adapun kalau tidur dan waktu sholat sudah masuk, contoh tidur pada jam 12.45 dan terbangun pada jam 15.45, maka kita berdosa karena telah mengabaikan datangnya waktu sholat dan malah tidur sehingga waktu sholat tersebut terlewat. Dan tetap sholat tersebut harus diqodlo (dalam contoh yaitu sholat Dzuhur).

Q : Lalu... bagaimana dengan hukum meninggalkan sholat dengan sengaja..?
A : Sangat berdosa. Banyak sekali dalil yang menerangkan hukum ini.
Q : Apakah tetap wajib diqodlo..?
A : Ya. Ada banyak riwayat yang menjelaskan tentang qodlo sholat, diantaranya :

حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ جَاءَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ بَعْدَ مَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ جَعَلَ يَسُبُّ كُفَّارَ قُرَيْشٍ وَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كِدْتُ أَنْ أُصَلِّيَ حَتَّى كَادَتْ الشَّمْسُ أَنْ تَغْرُبَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاللَّهِ مَا صَلَّيْتُهَا فَنَزَلْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُطْحَانَ فَتَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ وَتَوَضَّأْنَا لَهَا فَصَلَّى الْعَصْرَ بَعْدَمَا غَرَبَتْ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَهَا الْمَغْرِبَ 

Artinya : .................. sesungguhnya Sayyidina ‘Umar bin Khatthab RA. ketika hari perang khandaq datang menemui Rasulullah SAW setelah matahari terbenam sambil terus mencaci orang-orang kafir Quraisy. Beliau – Sayyidina‘Umar- berkata, “Wahai Rasulullah, Hampir saja aku tidak melaksanakan sholat (‘Ashar) padahal matahari hampir terbenam”. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, aku belum melaksanakan sholat (‘Ashar)”. Lalu Rasulullah mengambil wudlu dan kamipun mengambil wudlu. Setalah itu Rasulullah SAW sholat ‘ashar setelah matahari terbenam dan Beliau melanjutkan dengan sholat maghrib.
Banyak sekali riwayat yang berbeda tapi mengandung arti sama yaitu Rasulullah SAW pernah mengqodlo Sholat.
  والله اعلم بالصواب
             Sumber :   https://www.facebook.com/notes/hasan-abdallah-al-barbasyy/mengqodlo-sholat/161110887274168
0 Komentar untuk "MengQodlo Sholat"

Silahkan Komentar sobat !
Berkomentarlah dengan sopan dan tidak menaruh link aktif!

Back To Top