Contoh Makalah Statistika Deskriptif | BSI semester 3 AMIK

Advertisement

Berikut ini adalah contoh makalah statistika deskriptif ketika saya masih berkuliah di BSI Karawang , semoga bisa menjadi bahan referensi.



MAKALAH  UAS STATISTIKA DESKRIPTIF
UKURAN GEJALA PUSAT DATA BELUM DIKELOMPOKKAN










Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistika Deskriptif

Kelompok
2 :
Kelas 12.3F.14
1. Ade Hidayat
                        (NIM:)
2. Agus Susilo
              (NIM:12124871 )
3. Hartati                      (NIM: )
4. Haryanto
                  (NIM:)
5. Hendri Setiawan
     (NIM:12124359 )
6. Ika Atika                  (NIM: )
7. Kusnadi                   (NIM: )
8. Lilik
                                    (NIM: )
9. Sunaryo
                  (NIM: )
10. Wahyu Indriyani
   (NIM: 12124152)
           


Jurusan Manajemen Informatika
Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Karawang
2013


LEMBAR PENGESAHAN

            Makalah yang berjudul MAKALAH UAS STATISTIKA DESKRIPTIF
NOTASI SIGMA & DASAR-DASAR STATISTIKA DESKRIPTIF ini diajukan sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Bina Sarana Informatika dan dinyatakan telah mendapat persetujuan sebagai makalah.

 


                                                                                                Karawang,    01  Desember 2013



Disahkan oleh,
            Dosen                                               

Paojan
            NIP.                                                                       

    


                                                          
                                                KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh nilai UAS pada mata kuliah Statistika Desktiptif.


Makalah ini berisikan tentang informasi Ukuran gejala pusat data belum dikelmpokkan dengan melakukan observasi di SMA BUDI MULIA Karawang.


Kami menyadari banyak kekurangan terdapat di dalamnya, namun semoga makalah ini bisa menjadi sumbangsih yang bernilai bagi ilmu khususnya  yang terus berkembang.



Dalam proses penyusunannya, kami banyak dibantu oleh berbagai pihak guna mendorong kemajuan dan ketelitian. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak - pihak yang telah membantu, membimbing, serta mendoakan untuk segala kebaikan penulis dalam penyusunan karya tulis ini, Semoga makalah ini bermafaat bagi pembaca dan kepentingan ilmu statistika.





Karawang,    01  Desember 2013



Penyusun








DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………..
1
1.2 Maksud dan Tujuan……………………………………………………
.………..1
1.3 Manfaat Penelitian………………………………………………………
.………2
1.4 Sistematika Penelitian……………..…………………………………….………2

BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan Teori……………………………………………………………
...…….3
2.2 Kerangka Pemikiran…………….………………………………………
....……..3

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian……….…………………………………….....……4
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian..…………………………………………
........4
3.3 SumberData………………………………………………………………....……4.
3.4 Analisis data………………………………………………………………..…….4

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian…………………………………………………..........................6
4.2 Pembahasan……………………………………………………………………   6
4.3 Jenis – jenis distribusi frekuensi...........................................................................10
4.4 Ukuran gejala pusat data yang belum dikelompokan ...........................................12
4.4.1 Rata-rata, median dan modus.................................................................12
4.4.2 Kuartil, Desil dan Persentil ....................................................................16
4.5  Pembuatan Statistik Deskriptif dengan Program Ms. Excel 2007/201023...........24



BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan……………………………………………………………………..
25
5.2 Saran-Saran……………………………………………………………………
..25

DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Pada hakekatnya statistik adalah suatu kerangka teori-teori dan metode-metode yang telah dikembangkan untuk melakukan pengumpulan, analisis, dan pelukisan data sampel guna memperoleh kesimpulan-kesimpulan yang bermanfaat.

Adapun satatistika adalah ilmu tentang cara-cara mengumpulkan, menggolongkan, menganalisis, dan mencari keterangan yang berhubungan dengan pengumpulan data yang penyelidikan dan kesimpulannya berdasarkan bukti-bukti yang berupa angka-angka.

Secara umum kedudukan statistika memiliki beberapa manfaat, antara lain:
      a. Menyajikan data secara ringkas dan jelas, sehingga lebih mudah dimengerti oleh para   pengguna.
      b. Menunjukkan trend atau tendensi perkembangan suatu masalah.
      c.  Melakukan penarikan kesimpulan secara ilmiah.


Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data yang dapat digambarkan/dideskripsikan baik secara numerik (misal menghitung rata – rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik) untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami.

Dan dalam makalah ini kami akan mengangkat tema “Ukuran gejala pusat data yang belum di kelompokkan”.








1.2 Maksud dan Tujuan
· Untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh nilai UAS Statistika   Deskriptif semester III.
· Untuk mengetahui pengertian dan perhitungan distribusi frekuensi.
· Untuk mengetahui cara perhitungan Ukuran Gejala Pusat Data yang belum di kelompokkan.
· Membuat para mahasiswa lebih mengetahui dan memahami materi ini melalui analisa data, penarikan kesimpulan dan pembuat keputusan.
· Mengetahui cara pengolahan data materi menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau SPSS.
· Membandingkan hasil pengolahan data statistik antara system manual dengan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau SPSS.



1.3 Manfaat Penelitian
Kami mengharapkan dengan adanya observasi ini dapat menambah pengetahuan kami dan makalah ini dapat dimengerti oleh teman-teman dan dapat memahami pentingnya ilmu statistika dalam kehidupan sehari-hari.
1.4 Sistematika Penelitian

Untuk mempermudah teman-teman mengerti akan maksud dan isi makalah ini,maka penulis mengadakan penggolongan secara garis besar sesuai dengan permasalahan yang akan dibahas yaitu :

BAB I : Dalam bab pendahuluan ini Kami mencoba menguraikan tentang Latar Belakang, Maksud dan Tujuan Penelitian,Manfaat Penelitian dan Sistematika Penelitian.
BAB II : Dalam bab ini akan diuraikan mengenai teori dari materi yang dibahas serta Pembahasan hasil Analisa Kami dalam menganalisa Ukuran Gejala Pusat Data Belum Dikelompokkan. Dalam bab ini juga akan dijelaskan tentang cara penyusunan distribusi frekuensi.
BAB III : Dalam bab ini Kami menguraikan tentang penutup yang meliputi kesimpulan dan saran berdasarkan atas pada bab pembahasan sebelumnya



BAB II
LANDASAN TEORI



2.1 TINJAUAN TEORI

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka perumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah :



Istilah – istilah Distribusi Frekuensi.

Cara perhitungan data analisis distribusi frekuensi menggunakan system manual dan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010.



Pengertian Ukuran Gejala Pusat Data yang belum dikelompokkan ( Rata – Rata, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil ).



2.2 KERANGKA PEMIKIRAN

1.  Mengapa penelitian dilakukan ?

            Penelitian dilakukan  untuk mencari nilai-nilai statistik atau kesimpulan data yang diperoleh dari sumber yang menjadi sasaran observasi.

2. Bagaimana proses penelitian dilakukan ?

            Proses penelitian dilakukan dengan meriset atau melakukan observasi ke tempat data diperoleh yaitu di SMP Budi Mulia, mengambil sampel dari nilai UAS siswa di sekolah tersebut. Kemudian data tersebut dikelompokan dan dianalisis sesuai dengan tema makalah.

3. Apa yang akan diperoleh dari penelitian tersebut?

            Nilai statistik yang akan diperoleh dari data hasil observasi tersebut.

4. Untuk apa hasil penelitian diperoleh ?
          untuk mengetahui nilai yang telah dihitung, seperti rata-rata, median, modus, dll.







BAB III
METODE PENELITIAN


3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi : SMA Budi Mulia
              Jalan. Ciherang Desa Wadas Teluk Jambe Timur 41361   Karawang

Waktu penelitian : November 2013


3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasinya adalah seluruh data nilai untuk semua mata pelajaran siswa kelas 3 semester V SMA Budi Mulia Karawang

Sampel Penelitian :
Kami mengambil sampel data nilai mata pelajaran Matematika kelas 3A jurusan IPA.


3.3 Sumber Data
Sumber Data :SMA Budi Mulia TelukJambe Karawang


3.4 Analisis Data
 Kami menganalisis data dari sampel data nilai mata pelajaran Matematika dengan menggunakan Ms.Excel dan program SPSS.


BAB IV
PEMBAHASAN


             Distribusi frekuensi adalah daftar nilai data ( bisa nilai individual atau nilai data yang sudah dikelompokkan ke dalam selang  interval tertentu) yang disertai dengan nilai frekuensi yang sesuai.
Pengelompokkan data ke dalam beberapa kelas dimaksudkan agar ciri-ciri penting data tersebut dapat segera terlihat. Daftar frekuensi ini akan memberikan gambaran yang khas tentang bagaimana keragaman data. Sifat keragaman data sangat penting untuk diketahui, karena dalam pengujian-pengujian statistik selanjutnya kita harus selalu memperhatikan sifat dari keragaman data. Tanpa memperhatikan sifat keragaman data, penarikan suatu kesimpulan pada umumnya tidaklah sah.

Distribusi frekuensi umumnya disajikan dalam daftar yang berisi kelas interval dan jumlah objek (frekuensi) yang termasuk dalam kelas interval tersebut.

Fungsi distribusi frekuensi adalah mengatur data mentah (belum dikelompokkan) ke dalam bentuk yang rapi tanpa mengurangi data yang ada.


Istilah – istilah dalam distribusi frekuensi adalah :

- Kelas

- Batas Kelas

- Tepi Kelas

- Interval Kelas
- Titik Tengah

4.1 Hasil Penelitian



Contoh Kasus Distribusi Frekuensi

Berikut ini adalah data nilai rapor siswa kelas 3A semester 5 jurusan IPA untuk mata pelajaran Matematika :
70
76
70
82
92
70
73
72
82
72
76
74
74
84
72
71
74
74
85
72
73
76
77
85
78
73
78
77
86
79
75
79
77
90
80
75
79
78
91
80

4.2 Pembahasan
Berikut ini cara untuk menggunakan analisis manual :
a. Mengurutkan data
b. Menentukan Range
c. Menentukan Banyaknya Kelas
d. Menentukan Panjang Interval Kelas
e. Menentukan Batas – batas Kelas
f. Menentukan Titik Tengah
g. Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus.
h. Menyajikan distribusi frekuensi : isi kolom frekuensi sesuai dengan kolom Tally / Turus

Jawabannya :
a. Mengurutkan data

70
73
75
78
82
70
73
76
78
84
70
73
76
79
85
71
74
76
79
85
72
74
77
79
86
72
74
77
80
90
72
74
77
80
91
72
75
78
82
92


b. Selanjutnya menentukan Range (R)
Range adalah selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai yang terkecil.

Rumus Range adalah
R = Xmax - Xmin
= 92 - 70
= 22

c. Mencari banyaknya kelas menggunakan rumus Sturges
Kelas adalah penggolongan data yang dibatasi dengan nilai terendah dan nilai tertinggi yang masing - masing dinamakan batas kelas.

K = 1 + 3,3 log N
= 1 + 3,3 log 40
= 1 + 5,3
= 6,3

Jadi, banyaknya kelas adalah 6 kelas ( di bulatkan ke bawah) 


KELAS
NILAI
FREKUENSI
1
70 - 73
11
2
74 - 77
12
3
78 - 81
8
4
82 - 85
5
5
86 - 89
1
6
90 - 92
3

d. Menentukan panjang interval kelas (I)
Interval kelas adalah lebar dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara kedua tepi kelasnya.

I = R / K
= 22/6
= 3.67
Jadi, panjang Interval kelas adalah 4  (di bulatkan ke atas)

e. Menentukan batas-batas kelas
Batas – batas kelas adalah nilai batas dari pada
tiap kelas dalam sebuah distribusi, terbagi menjadi States class limit dan Class Bounderies (Tepi kelas).
Tepi kelas
-       Tepi kelas atas
BKA + 0.5
BKB – 0.5

KELAS
NILAI
FREKUENSI
BKA
BKB
1
70 - 73
11
70+0.5 = 70.5
73-0.5 = 72.5
2
74 - 77
12
74+0.5= 74.5
77-0.5 = 76.5
3
78 - 81
8
78+0.5 = 78.5
81-0.5 = 80.5
4
82 - 85
5
82+0.5 = 82.5
85-0.5 = 84.5
5
86 - 89
1
86+0.5 = 86.5
89-0.5 = 88.5
6
90 - 92
3
90+0.5 =90.5
92-0.5 = 91.5


f. Menentukan Titik Tengah

Titik tengah adalah rata – rata hitung dari kedua batas kelasnya atau tepi kelasnya
Rumus nya adalah : ½ ( Batas bawah kelas
atas + batas atas kelas bawah)
· Titik tengah kelas pertama = ½ ( 70 + 73 ) = 71,5
· Titik tengah kelas kedua = ½ ( 74 + 77 ) = 75,5
· Titik tengah kelas ketiga = ½ ( 78 + 81 ) = 79,5
· Titik tengah kelas keempat = ½ ( 82 + 85 ) = 83,5
· Titik tengah kelas ketiga = ½ ( 86 + 89 ) = 87,5
· Titik tengah kelas ketiga = ½ ( 90 + 92 ) = 91

Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus.

INTERVAL
TEPI KELAS
TITIK TENGAH
SISTEM TURUS
FREKUENSI
70 – 73
70.5 - 72.5
71.5
IIIII   IIIII   I
11
74 – 77
74.5 - 76.5
75.5
IIIII   IIIII   II
12
78 – 81
78.5 - 80.5
79.5
IIIII   III
8
82 – 85
82.5 -84.5
83.5
IIIII
5
86 – 89
86.5 - 88.5
87.5
I
1
90 – 92
90.5 - 91.5
91
III
3


h. Menyajikan
Distribusi Frekuensi


INTERVAL
TEPI KELAS
TITIK TENGAH
FREKUENSI
70 – 73
70.5 - 72.5
71.5
11
74 – 77
74.5 - 76.5
75.5
12
78 – 81
78.5 - 80.5
79.5
8
82 – 85
82.5 -84.5
83.5
5
86 – 89
86.5 - 88.5
87.5
1
90 – 92
90.5 - 91.5
91
3





4.3  JENIS – JENIS DISTRIBUSI FREKUENSI
a. Distribusi Frekuensi Kumulatif
adalah suatu daftar yang memuat frekuensi – frekuensi kumulatif, jika ingin mengetahui banyaknya observasi yang ada di atas atau dibawah suatu nilai tertentu.

KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
70 - 73
11
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40



b. Distribusi Frekuensi Relatif
adalah perbandingan dari frekuensi masing - masing kelas dan jumlah frekuensi seluruhnya yang dinyatakan dalam persen.
Distribusi frekuensi relative menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval. Distribusi frekuensi relative pada suatu kelas didapatkan dengan cara membagi frekuensi dengan total data
Sedangkan distribusi frekuensi kumulatif relative dapat didapatkan dengan dua cara. Pertama, kita menjumlahkan frekuensi relatif dari kelas interval pertama sampai kelas interval tersebut. Atau kita bisa mendapatkannya dengan membagi frekuensi kumulatif dengan total data.
Pada baris ke-4, kelas interval 82- 85 frekuensi relatif diperoleh dari :
Frekuensi       x 100% =    5    = 27,5%
Total data                         40  
Sedangkan frekuensi kumulatif relatif diperoleh dari ;
Frekuensi kumulatif     X 100% =    36 = 12,5%
       Total data                                   40

KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI
KUMULATIF
FREKUENSI
RELATIF

FREKUENSI RELATIF
 KUMULATIF
70 – 73
11
11
27,5%

27,5%
74 – 77
12
23
30%

57,5%
78 – 81
8
31
20%

77,5%
82 – 85
5
36
12,5%

90%
86 – 89
1
37
2,5%

92%
90 – 92
3
40
7,5%

100%
TOTAL
40





4.4  UKURAN GEJALA PUSAT DATA YANG BELUM DI KELOMPOKKAN

4.4.1 Rata-rata, Median, dan Modus

Rata – Rata Hitung

Adalah nilai yang mewakili sekelompok data.
Data :

70
73
75
78
82
70
73
76
78
84
70
73
76
79
85
71
74
76
79
85
72
74
77
79
86
72
74
77
80
90
72
74
77
80
91
72
75
78
82
92

b. Rata – Rata ukur (geometri)
Adalah akar pangkat N dari hasil kali masing-masing nilai dari kelompok tersebut.

G=  N√x1.x2…..xN

G=
3√70.73.75.
   =3383250
  = 72,63

=
72,63 dibulatkan = 72,64


c. Rata – Rata Harmonis
Adalah kebalikan rata-rata hitung dari kebalikan nilai-nilai data.


RH =           N___      
             (1 / Xi )
      =        3____
           (1/70+1/73+1/75)
      =        3____
       (5475/383250+5250/383250+5110/383250)
      =        3____   
       15835/383250
      = 3(383250) /15835
      =72,60


d. Median
Adalah sebuah nilai data yang berada di tengah-tengah dari rangkaian data yang telah tersusun secara teratur. Posisi tengah dari seperangkat data sebanyak N yang telah terurut terletak pada posisi yang ke (N + 1)/2.


Med = Lm + (N/2 - ∑f) . c
                            fm
Keterangan :
Med = Median data kelompok.
Lm = Tepi bawah kelas median.
N = Jumlah frekuensi.
f = Frekuensi kumulatif di atas kelas  median.
fm = Frekuensi kelas median.
c = Interval kelas median.



KELAS INTERVAL
FREKUENSI
f = Frekuensi kumulatif di atas kelas  median.
= 11

FREKUENSI KUMULATIF
Tepi bawah kelas median
74-0,5 = 73,5
70 - 73
11
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40



Med= 73,5 +(40/2 – 11 )   .4
                       12

        =  73,5+ (9)   .4
                       12

        = 73,5 + 3
       = 76,5



e. Modus
adalah kumpulan data atau nilai yang paling sering muncul atau data yang mempunyai nilai frekensi terbesar, jika pada kumpulan data itu terdapat lebih dari satu data yang sama-sama paling sering muncul, maka dalam kumpulan data itu terdapat lebih dari satu modus.

Mod = Lmo +   d1___   . c
                       d1 + d2
Keterangan :
Mod = Modus data kelompok.
Lmo = Tepi bawah kelas modus.
d1 = Selisih antara frekuensi kelas modus
dengan frekuensi kelas sebelum modus.
d2 = Selisih antara frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudah modus.
c = Interval kelas modus.


KELAS INTERVAL
FREKUENSI
D1=
Frek kelas modus dikurangi frek kls sblm kls modus.
D1=12-11 = 1
FREKUENSI KUMULATIF
Tepi bawah kelas modus
74-0,5 = 73,5
70 - 73
11
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
D2=
Frek kelas modus dikurangi frek kls sesudah  kls modus.
D1=12-8 = 4

31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


Mod = Lmo +   d1__   . c
                       d1 + d2
    
         = 73,5 +  1      . 4
                       1+4
      
        = 73,5 + 1 .4
                       5
      = 73,5 +0,8
      = 74,3


4.4.2  KUARTIL, DESIL, PERSENTIL




a. Kuartil
Pada prinsipnya, pengertian kuartil sama dengan median. Perbedaanya hanya terletak pada banyaknya pembagian kelompok data. Median membagi kelompok data atas 2 bagian, sedangkan kuartil membagi kelompok data atas 4 bagian yang sama besar, sehingga akan terdapat 3 kuartil yaitu kuartil ke-1, kuartil ke-2 dan kuartil ke-3, dimana kuartil ke-2 sama dengan median.

kasus :
N =
40 data

70
73
75
78
82
70
73
76
78
84
70
73
76
79
85
71
74
76
79
85
72
74
77
79
86
72
74
77
80
90
72
74
77
80
91
72
75
78
82
92

Ditanya : Cari Q2, Q3,Q5

Qi     = LQ + ( iN/4 - ∑f ) . c
                              fq
*ditanya Q2 ?  Q2    = iN/4
                                  = 2.40/4
                                  = 20

KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
LQ adalah tepi kelas bawah = 73,5
70 - 73
11
Q2=20
Terletak dikelas 2, frekuensi 12
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


LQ= 73,5
Rumus Kuartil :     Qi = LQ + ( iN/4 - ∑f ) . c
                                                        fq
                                Q2 = 73,5+( 20-11). 4
                                                       12
                                      = 73,5+ (9)  . 4
                                                      12
                                      = 73,5+3
                                      = 76,5


*ditanya Q3 ?  Q3    = iN/4
                                    = 3.40/4
                                    = 30

KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
70 - 73
11
Q3=30
Terletak dikelas 3, frekuensi 8
11
LQ adalah tepi kelas bawah = 77,5
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


LQ= 77,5
Rumus Kuartil :     Qi = LQ + ( iN/4 - ∑f ) . c
                                                        fq
                                Q3 = 77,5+( 30-23). 4
                                                       8
                                      = 77,5+ (7)  . 4
                                                       8
                                      = 77,5+6,5
                                      = 84


*ditanya Q4 ?  Q4    = iN/4
                                    = 4.40/4
                                   = 40


KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
70 - 73
11
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
LQ adalah tepi kelas bawah = 89,5
86 - 89
1
Q4=20
Terletak dikelas 7, frekuensi 3
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


LQ= 89,5
Rumus Kuartil :     Qi = LQ + ( iN/4 - ∑f ) . c                        = 89,5+4
                                                        fq
                                Q4 = 89,5+( 40-37). 4                             =93,5
                                                       3
                                      = 89,5+ (3)  . 4
                                                     3



b. Desil
           adalah suatu rangkaian data yang membagi suatu distribusi menjadi 10 bagian yang sama besar.
dicari : D3, D9
Rumus     :   Di =LD + ( iN/10 - f ) . c
                                              fD
*ditanya D3 ?  D3    = iN/10
                                  = 3.40/10
                                  = 12


KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
LD adalah tepi kelas bawah = 73,5
70 - 73
11
D3=12
Terletak dikelas 2, frekuensi 12
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


LD= 73,5
Rumus Kuartil :     Di = LQ + ( iN/4 - ∑f ) . c
                                                        fq
                                D2 = 73,5+( 20-11). 4
                                                       12
                                      = 73,5+ (9)  . 4
                                                      12
                                      = 73,5+3
                                      = 76,5

*ditanya D9 ?  D39    = iN/10
                                      = 9.40/10
                                      = 36

KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
70 - 73
11
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
LD adalah tepi kelas bawah = 81,5
82 - 85
5
Q2=36
Terletak dikelas 5, frekuensi 5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


LD= 81,5
Rumus Kuartil :     Di = LD+ ( iN/4 - ∑f ) . c
                                                        fq
                                D2 = 81,5+( 36-31). 4
                                                       5
                                      = 81,5+ (5)  . 4
                                                     5
                                      = 81,5+4
                                      = 85,5

C. Persentil

adalah ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 100 bagian yang sama besar.
dicari P40 dan P74
Rumus     :   Pi =LP + ( iN/100 - f ) . c
                                              fD
*ditanya P40 ?  P40    = iN/100
                                       = 40.40/100
                                       = 16

KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
LP adalah tepi kelas bawah = 73,5
70 - 73
11
P40=12
Terletak dikelas 2, frekuensi 12
11
74 - 77
12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


 
LD= 73,5
Rumus Kuartil :     Pi = LP + ( iN/4 - ∑f ) . c
                                                        fq
                                P40 = 73,5+( 20-11). 4
                                                       12
                                      = 73,5+ (9)  . 4
                                                      12
                                      = 73,5+3
                                      = 76,5

*ditanya P74 ?  P74    = iN/100
                                       = 74.40/100
                                       = 29,6

KELAS INTERVAL
FREKUENSI
FREKUENSI KUMULATIF
70 - 73
11
11
LP adalah tepi kelas bawah = 73,5
74 - 77
12
P40=12
Terletak dikelas 2, frekuensi 12
23
78 - 81
8
31
82 - 85
5
36
86 - 89
1
37
90 - 92
3
40
TOTAL
40


 
LP= 77,5
Rumus Kuartil :     Pi = LP + ( iN/4 - ∑f ) . c
                                                        fq
                                P74 = 77,5+( 29,6-23). 4
                                                       8
                                      = 77,5+ (6,6)  . 4
                                                       8
                                      = 77,5+3,3
                                      = 80,8

4.5  Pembuatan Statistik Deskriptif dengan Program Ms. Excel 2007/2010
Jika sudah mengaktifkan Analysis Toolpack langkah langkah dalam pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan excel 2007/2010 adalah sbb :
1. Masukan data
2. Pilih Data pada menu utama
3. Pilih Data Analysis
4. Pilih Deskriptive Statistics pada Analysis Tools
5. Ketika kotak dialog muncul,
· Pada kotak Input Range, selanjutnya blok/sorot range data
· Pada kotak output range, arahkan kursor pada kolom kosong
· Berikan tanda check pada “Summary Statistics”
· Klik OK



BAB V
PENUTUP



5.1  Kesimpulan

Dari pengertian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Distribusi Frekuensi mencakup penyajian data, pengelompokan data kedalam suatu daftar atau tabel, kelas interval serta diagram dari hasil penelitian.
Sedangkan Ukuran Gejala Pusat Data yang Belum Dikelompokkan mencakup penyajian rata – rata, median, modus, kuartil, desil dan persentil.
Dalam kehidupan sehari–hari penggunaan aplikasi Microsoft Excel atau SPSS dapat memberikan manfaat yang besar dalam perusahaan ataupun dalam dunia pendidikan dan bila dibandingkan hasil dari pengolahan data secara manual dengan hasil pengolahan data secara otomatis yaitu dengan aplikasi microsoft excel atau SPSS, akan memperoleh hasil yang berbeda dari keduanya. Pertama dalam keakuratan pengolahan data secara otomatis lebih mendekati kebenaran melalui program daripada pengolahan data secara manual. Lalu dalam hal efisiensi waktu pengolahan dengan aplikasi Microsoft excel atau SPSS waktu yang digunakan dapat menjadi lebih efisien ketika melakukan pengolahan data.




5.2 Saran

Pada perhitungan dengan menggunakan cara manual tentunya juga diperlukan ketelitian dan kecermatan agar tidak terjadi kesalahan, untuk memperkecil kesalahan kita bisa menggunakan Microsoft Excel atau SPSS sebagai cara untuk membandingkan hasil keakuratan antara analisis manual dengan analisis aplikasi Microsoft Excel atau SPSS.



                                                           

DAFTAR PUSTAKA

· Modul / Slide Statistika Deskriptif semester III ( BSI )
· Slide tambahan di blog achmadsyahlani.blogspot.com





DOWNLOAD Makalah Statistika Deskriptif |:
Download Cover Makalah
Download Makalah
Download Slide persentasi
2 Komentar untuk "Contoh Makalah Statistika Deskriptif | BSI semester 3 AMIK"

Silahkan Komentar sobat !
Berkomentarlah dengan sopan dan tidak menaruh link aktif!

Back To Top