Pengalaman Menguap dan Rahang tidak bisa Menutup lagi !

Saat kita mulai mengantuk tentu akan secara tidak sadar menguap, namun pernahkah anda pada saat menguap terlalu lebar dan rahang tidak bisa menutup kembali seperti semula (tidak bisa mingkem). Ini adalah pengalaman mengerikan yang pernah saya alami, dan bagi anda yang mungkin pernah mengalaminya maka saya akan berbagi informasi mengenai kejadian ini.

PADA SAAT MENGUAP TERLALU LEBAR TERDENGAR 'TUKK/KLIK/CLICKING'
Awalnya pada saat menguap terasa oleh saya adalah bunyi tukk atau seperti tulang rahang yang bergeser, saya menganggap ini biasa saja, namun setelah sekian lama yang terjadi adalah rahang tidak kembali menutup lagi (tidak bisa mingkem), saya berusaha mengembalikan ke posisi semula dan akhirnya bisa menutup seperti biasa, dan kejadian ini berlangsung terus menerus setiap kali saya menguap dan jujur saya lelah.

TIDAK BISA MINGKEM SAMPAI SATU JAM
Setelah hampir dua minggu sejak kejadian itu, saya pernah mengalami hal serupa namun sudah terlalu parah, seperti biasa menguap dan tidak bisa menutup lagi, namun setelah saya berusaha sekian lama rahang tidak bisa kembali ke posisi semula dan ini rasanya sangat sakit dan pegal karena harus menahan rahang, hingga sampai satu jam saya berusaha untuk mengembalikan ke posisi semula tapi tidak berhasil.

Akhirnya saya pergi ke klinik untuk konsultasi hal ini.

KONSULTASI DENGAN SPESIALIS POLI GIGI
Kenapa saya ke poli gigi? saya mengira ini adalah salah satu penyebab dari gigi impaksi. Sekedar pengetahuan Gigi Impaksi adalah gigi geraham yang tumbuh paling belakang, gigi ini juga disebut gigi bungsu karena memang tumbuh pada saat usia 20tahunan.

Dokter gigi memberi keterangan bahwa ini bukanlah penyebab gigi impaksi, tapi ini adalah Temporomandibular Joint Syndrome (TMJ). TMJ terjadi karena kebiasaan seseorang yang mengunyah makanan hanya pada salah satu sisi saja, sehingga otot-otot pada rahang mengalami ketidak seimbangan, hal ini biasanya terjadi pada sesorang yang sudah lanjut usia, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia 20-an.

Karena dokter gigi ini tidak bisa mengambil tindakan untuk mengembalikan rahang seperti semula, akhirnya saya dirujuk kerumah sakit untuk ditangani, tepatnya ke IGD/UGD.

DI UGD RUMAH SAKIT
Tanpa basa basi saya langsung menghampiri UGD dan memberikan surat rujukan, awalnya ditanya apa yang terjadi, tapi saya hanya bisa melakukan bahasa isyarat karena memang mulut tidak bisa mingkem yang pasti sulit untuk berbicara.

Saya ditangani oleh dokter jaga, beliau pun sebelumnya sudah menangani hal yang serupa. Kedua ibu jari dokter ditempatkan digigi geraham bawah dan ditekan kebawah dengan tujuan agar rahang yang bergeser kembali ke posisi semula, jujur rahang seakan hampir sobek, tapi akhirnya rahang saya kembali seperti semula.

Sejak saat itu saya dilarang menguap atau membuka mulut lebaar-lebar agar tidak terulang hal serupa.

RUJUK KE DOKTER SPESIALIS GIGI DAN MULUT
Satu minggu kemudian saya disarankan untuk pergi ke dokter spesialis gigi dan mulut, dan didaerah Karawang ternyata hanya ada di RSUD dan Lira Medika, dokter di klinik memutuskan untuk menyarankan saya pergi ke Lira Medika karena dia kenal dokter spesialis tersebut.

Di RS Lira Medika saya bertemu dengan dokter spesialis gigi dan mulut, sebelumnya saya di rontgen terlebih dahulu untuk lebih jelas dimana letak abnormalnya, setelah di rontgen dokter menyimpulkan bahwa saya mengunyah dengan satu sisi saja yang mengakibatkan ketidak seimbangan gerakan pada rahang, dan akibatnya sisi lainnya mengalami trauma karena terlalu kuat mengunyah, padahal seharusnya mengunyah itu dengan kedua sisi. Pada akhirnya akan terdengar bunyi tuk/klik/clicking pada saat mengunyah makanan atau yang lebih parah akan terasa sakit ketika mengunyah.

HARUS PASANG ALAT PADA RAHANG
Saya ingat apa yang dia katakan atas solusi yang dialami oleh saya ini, yaitu secara teori tidak bisa pulih seperti semula dan solusi terbaik adalah dilakukan pemasangan plastik pada rahang, secara medis seharusnya bisa kembali pulih karena mengingat usia yang masih muda (25th).

Saya memutuskan untuk menunda menjalani operasi pemasangan plastik pada rahang agar tidak terjadi clicky, mengingat biaya yang tidak murah (sekitar 11jutaan) dan tentunya tidak tercover BPJS 😑.
Dan ini juga tidak dilakukan oleh dokter spesialis Gigi dan mulut melainkan oleh dokter spesialis Prostho (Bedah mulut dan Rahang).



2 Komentar untuk "Pengalaman Menguap dan Rahang tidak bisa Menutup lagi !"

Baru tau aku mas, kalau mengunyah hanya satu sisi rahang akibatnya akan terlanjur mangap jika angop. Tapi saya sendiri sejak SMP hingga sekarang punya 2 anak umur 40 th belum pernah seperti itu. Padahal sejak SD gigi geraham kiri berlobang hingga sekarang sehingga tidak pernah digunakan untuk mengunyah. btw ini template sedehana tapi bagus cukup ringan, namanya apa ya templatenya minat juga nih saya.

delete

Iya itu tergantung frekuensinya juga, terus tingkat kekerasan makanan,
Saya dpt template ini dr kang mousir

Silahkan Komentar sobat !
Berkomentarlah dengan sopan dan tidak menaruh link aktif!
Baca Aturan Berkomentar

Back To Top