Pengalaman Minjemin duit Sampe Kapok

Manusia adalah makhluk sosial yang tentunya perlu bantuan orang lain, baik itu berupa bantuan materi maupun nonmateri. Saya sendiri pernah meminta bantuan materi dan juga pernah memberikan bantuan materi kepada orang lain, namun disini akan bercerita seputar kehidupan hutang piutang yang amat dekat dengan manusia.


MEMINJAMKAN MATERI 
Meminjamkan materi atau boleh disebut dengan DUIT pasti pernah dialami manusia didunia ini, saya sewaktu bekerja dipabrik sering meminjamkan uang ke teman terdekat saja, merasa kasihan dan iba membuat hati ini luluh untuk meminjamkannya, terlebih teman saya ini dari luar kota yang ngekost diarea dekat kawasan pabrik, yaa saya sebagai pribumi (penduduk asli) ingin membantu meringankan bebannya.

Setiap akhir bulan sesuai gajian pasti temen saya ini akan mengembalikan uangnya dan biasanya dia memberikan sedikit tambahan, namun saya tolak karena dia pasti lebih membutuhkannya untuk biaya sehari-hari, lagi pula saya masih tinggal dirumah orang tua, jadi lebih hemat untuk pengeluaran bulanannya.

BALIKINNYA TELAT 
Kejadian ini sering kali saya alami ketika meminjamkan uang ke teman tapi mereka telat dari tempo yang sudah dijanjikan, janjinya bulan ini tapi dia bilang bahwa uangnya terpakai untuk anu-ini, okelah saya masih bisa tolerir, mengingat kasihan juga, biasanya tipikal ini mereka yang sudah menikah dan atau punya cicilan😪.

TIBA-TIBA AMNESIA
Nah ini dia manusia yang sering saya temui dimuka bumi ini, dateng nyamperin ngemis-ngemis minta pinjam uang tapi ketika waktunya sudah harus dikembalikan mereka malah bilang nanti-nanti-nanti-bulan depan-minggu depan, begitu sudah tempo kedua saya tunggu malah bilang nanti lagi, ini sih tipikal orang yang tidak tahu diri😤.

Saya ini tipe orang yang cukup 2 kali menagih hutang ke orang lain, kalau jawabannya nanti-nanti saya sudah malas untuk menagih lagi😓, jadi saya biarkan mereka sadar diri, yaa paling tidak setiap akan jatuh tempo dan mereka belum bisa bayar setidaknya bilang maaf tidak bisa, tapi ini sama sekali tidak ada kabar sama sekali seakan mereka melupakan apa yang tlah terjadi, miris memang apa saya yang terlalu baik yaa🤔.

Saya juga sering menemui orang dengan tipikal penghutang seperti ini, setiap kali bertemu seolah-olah tidak punya rasa bersalah, bahkan ada salah satu dari mereka yang seperti tidak kenal sama si ngasih hutangnya alias saya, lewat dijalan pun tidak menyapa. Loh kok mereka? karena yang punya hutang kesaya ini kan banyak😬, jumlahnya pun ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

SAYA KAPOK?
Saya akan tidak kapok dan lebih respect terhadap mereka yang meminjam uang tapi masih bisa mengembalikan sesuai dengan janjinya, tapi saya kapok terhadap mereka yang ingkar janji atau bahkan pura-pura amnesia akut. Artinya saya jahat atau pelit? hey hey saya juga manusia biasa yang punya nista dan kehilafan, anda butuh berarti anda juga harus patuh terhadap janji atau aturan yang ada, saya tidak memandang itu teman atau bahkan saudara, saya butuh dan anda juga butuh kan? saya tidak ingin menghancurkan hubungan karena masalah seperti ini, jadi lebih baik saya tidak meminjamkan kalau itu nantinya kacau😒 .

BERHUTANG HINGGA BERTAHUN-TAHUN
Apakah saya akan mengikhlaskan jika ada seseorang yang meminjamkan uang dan hingga beribu tahun belum sempat membayarnya? saya akan tetap tagih hutang tersebut kepada orang yang bersangkutan walaupun itu setahun sekali, karena jika tidak menagih artinya saya juga berdosa, siapa tahu mereka benar-benar lupa.

Jika mereka yang meminjam hutang kepada saya meninggal dunia saya ikhlaskan? saya tidak akan menjawab karena urusan ikhlas hanya saya dan Allah swt yang tahu. Saya jadi ingat ketika pesantren guru pernah menceritakan bahaya hutang jika dibawa hingga meninggal dunia.

BAHAYA HUTANG
Saya akan sedikit menceritakan mengenai bahaya hutang jika terbawa hingga akhirat menurut islam, sebelumnya saya tidak akan membahas hadist mengenai hal ini karena memang lupa, jadi jika ada salah mohon koreksi😉.

Seseorang yang memiliki hutang didunia misalnya si A dan yang menghutangi adalah si B. Pada suatu hari A meminjam uang kepada B sebesar Rp.500,- . Kemudian si A meninggal dunia, begitupun si B. Ketika diakhirat mereka dipertemukan dan si B berhak menagih hutangnya yang ada didunia kepada si A sebesar Rp500, si A tidak bisa membayarya karena yang namanya diakhirat mana ada uang bukan?, akhirnya si B berhak mengambil pahalanya si A berapapun hingga si B ikhlas. Jadi bagaimana jika pahalanya habis tapi si B belum ikhlas? maka dosa si B bisa ditimpakan ke si A. Kok hutang cuman Rp500 bisa sampai menghabiskan pahala yang memiliki hutang? karena ikhlas itu tidak bisa ternilai harganya.

Apakah anda sering mendengar ceramah pada saat pemakaman atau sebelum shalat jenazah yang mengatakan "apabila almarhum/ah memiliki hutang mohon untuk memberitahu keluarganya, atau bisa mengikhlaskannya", karena hutang didunia itu Hablum minan nas atau hubungan manusia dan manusia, maka harus diselesaikan oleh keduanya selama didunia. Oleh karenanya bagi anda yang menyepelekan hutang mohon untuk memikirkan ulang, bagaimana jika anda meninggal dunia dan tak ada keluarga anda yang sanggup membayar hutang anda? tolong pikirkan baik-baik.🙂

Satu hal lagi untuk anda yang meminjamkan hutang, jika itu akan berdampak baik kedepannya silahkan lakukan itu selama anda tidak keberatan, atau jika berdampak buruk kedepannya maka anda boleh memilih tidak meminjamkannya atau memberinya. Jadi misalnya ada teman saya yang meminjam uang dibawah Rp100rb tapi saya ragu untuk meminjamkannya, maka lebih baik saya memberinya Rp50rb untuk meringankannya tanpa harus ada embel-embel hutang.

AKHIR KATA
Demikianlah sepenggal kisah kehidupan yang saya alami ini, semoga ini menjadikan bacaan yang berguna bagi para pembaca yang sedang berbahagia.
0 Komentar untuk "Pengalaman Minjemin duit Sampe Kapok"

Silahkan Komentar sobat !
Berkomentarlah dengan sopan dan tidak menaruh link aktif!
Baca Aturan Berkomentar

Back To Top