Pengalaman Pertama FACIAL di Klinik Kecantikan | Facial Pria

Merawat diri menjadi kebutuhan yang tidak terlupakan bagi seorang wanita, namun pada era ini pria pun sudah banyak yang merawat diri, tentunya untuk menjaga kesehatan juga penampilan. Klinik kecantikan pun sudah mulai bertebaran, dengan berbagai macam strategi marketing, membuat pelanggan semakin membludak.

Klinik kecantikan yang sejatinya di khususkan untuk kaum hawa, pada saat ini sudah banyak memakai model pria sebagai pengikat konsumen khususnya pria itu sendiri. Para wanita saja sudah banyak yang berdatangan, apalagi jika di tambah para pria yang ingin mencoba bahkan berlangganan, omset akan semakin besar.

MEMILIH KLINK KECANTIKAN
Saya pada tahun 2019 mencoba untuk mendatangi klinik Natasha, pada awalnya malu, tapi ternyata banyak juga pasien pria yang sedang membeli skincare juga melakukan perawatan. Akhirnya saya mencoba untuk konsultasi masalah kesehatan kulit wajah, padahal boleh dibilang wajah saya baik baik saja, bahkan bersih tanpa jerawat.

Saya memilih Natasha karena memang lumayan dekat dengan rumah, dan sangat jarang sekali klinik kecantikan di kota dimana saya tinggal.

Pada saat awal konsultasi, saya memang berniat hanya membeli produk skincarenya saja, penasaran seperti apa hasilnya dengan harga yang lumayan menguras dompet.

FACIAL UNTUK PERTAMA KALINYA
Setelah beberapa minggu menggunakan skincare, saya mencoba untuk melakukan perawatan wajah, pada saat itu memilih Facial Oxigen, harganya mahal menurut saya bagi seorang pria yang baru saja akan melakukan perawatan, sekitar IDR500K untuk facial saja, untung saja sedang ada promo 'Rabu ganteng", jadi bisa hemat 50%.

Saya masuk ke ruang perawatan, ternyata di dalam ruangan terdapat beberapa tempat tidur dan ada beberapa pria yang seumuran, juga bapak bapak yang sedang melakukan perawatan. Ahh, saya kan jadi tidak terlalu malu kalau begini.

Facial yang saya ketahui (melalui internet) yaitu membuang komedo hitam yang sulit lepas dari kulit, orang-orang yang sudah melakukan facial biasanya berkomentar sakit ketika proses pembersihan komedo, tapi menurut saya itu mungkin berlebihan, masa bisa sampai sesakit itu, kan hanya membuang komedo saja.

Pada awalnya wajah diberi beberapa krim dan dilakukan pemijatan halus, mungkin memakan waktu 10 menit, kemudian setelah dibersihkan, terapis mulai melakukan pembersihan komedo, dia mengatakan untuk menahan rasa sakit, tapi ternyata tidak sesakit yang di kira, saya masih santai dan menikmatinya, itu baru pembersihan area pipi dan dahi.

Setelah 20 menit, mulai melakukan pembersihan di area hidung, terapisnya berkata kembali, bahwa ini akan terasa lebih sakit dari sebelumnya, dan memakan waktu lama, karena memang komedonya sangat menumpuk, wajar karena baru pertama kali facial.

Rasa sakit yang dikatakan orang-orang ternyata benar adanya, 15 menit pertama saat dibersihkan, saya mulai mengepalkan tangan menahan rasa sakitnya, kakipun ikut mengepal dan tidak bisa diam, saya mulai merasa mungkin ini adalah siksaan, siksaan untuk menjadi ganteng.

30 menit air mata mulai menetes, jikalau saja saya boleh memilih, saya ingin menghentikan prosesi ini, tapi sayang karena sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk facial ini. jadi terpaksa saya pasrah, bahkan sudah merasa hidung saya ini sepertinya berlubang dan berdarah-darah.

setelah 45 menit, akhirnya selesai sudah pembersihan komedo, diakhiri dengan penyemprotan oksigen ke wajah agar wajah terasa lebih segar.

AKHIR KATA
Facial wajah memang perawatan yang paling banyak digunakan, saya sangat salut kepada wanita-wanita yang bisa menahan sakitnya demi sebuah keelokan wajah. Beauty is pain and need more money, mungkin istilah itu yang bisa menjelaskan bahwa wajah bersih butuh uang dan rasa sakit.

Share this article :
+
0 Komentar untuk "Pengalaman Pertama FACIAL di Klinik Kecantikan | Facial Pria"

 
Template By Kunci Dunia