Hidup Ini Ternyata Singkat Setelah Ziarah Kubur | Sebuah Renungan


Rasanya waktu terus berjalan dengan cepat sekali, terlebih jika sudah mulai masuk kedalam tahap usia produktif untuk bekerja.

Pagi hari berangkat bekerja dan pulang sore hari, terus saja begitu tanpa terasa sudah beberapa tahun. Sepertinya saya sangat merindukan masa kecil yang entah bagaimana itu terasa lama dibandingkan sekarang.

ZIARAH KUBUR
Pagi di hari idul fitri, seperti biasa kami pergi berziarah ke makam almarhum kakek, beliau wafat tiga tahun lalu sejak foto diatas diambil.

Seketika saya mengingat bagaimana saya berinteraksi dengan beliau saat masih hidup hingga saat-saat terakhirnya. Saat beliau masih sehat untuk bekerja, membuat kerajinan dan berkebun, hingga beliau semakin renta dan tidak bisa melihat.

Tak terasa beliau sudah tiada, dan mungkin ini akan terjadi pada orang tua saya. Rasanya saya tidak mau berakhir seperti ini. Karena hal yang paling tidak ingin saya rasakan ialah melihat orang yang disayangi pergi untuk selamanya.

FLASHBACK KE MASA KECIL
Melihat ayah dan ibu pada saat masih duduk dibangku sekolah dasar jika dibandingkan dengan sekarang amat berbeda, wajahnya terlihat semakin senja juga tenaga yang semakin berkurang.

Dulu masih ingat sekali digendong oleh ibu saat pagi hari sembari mencari sarapan bubur, atau ikut naik sepeda bersama ayah kemanapun pergi.

Rasanya waktu ini sangat cepat sekali berlalu, hingga hari ini saya sudah menikah dan memiliki buah hati. Dan waktu semakin cepat berjalan seiringnya bekerja setiap hari.

Jika saja bisa memutar waktu ke belakang, rasanya ingin sekali kembali ke masa itu dan mengulang semuanya walaupun hanya sebentar, namun itu berbanding terbalik dengan teori relatifitas waktu, dimana tidak bisa kembali ke masa lalu.

WAKTU TERUS BERJALAN
Jika usia manusia rata-rata dibumi saat ini sekitar 63 tahun, mungkin kedengarannya lama. Namun terasa sebentar jika dipikir lagi, saat memasuki usia 40 tahun mungkin disanalah fase kehidupan akan lebih terasa singkat. 

Mulai berfikir dan melakukan hal yang terbaik, apa yang sudah dilakukan selama ini, kemungkinan lebih memikirkan kepada aspek religius, sistem kepercayaan manusia itu sendiri.

Sebagai umat muslim, saya merenung sudah sampai mana amal ibadah yang telah dilakukan hingga saat ini, apakah cukup untuk bekal nanti.

Menurut ajaran islam fase kehidupan dari mulai ditiupnya roh kedalam raga seseorang hingga berakhir ke surga atau neraka, sangat panjang perjalanan itu jika diukur dengan waktu.

Ada pengibaratan jika waktu antara alam rahim hingga ke surga atau neraka itu selama 24 jam, maka umur hidup manusia didunia hanya selama kurang lebih dua menit saja (jika rata rata 63 tahun hidup).

Waktu yang amat singkat hidup didunia jika dibandingkan diakhirat nanti, waallahu a’lam.




Share this article :
+
0 Komentar untuk "Hidup Ini Ternyata Singkat Setelah Ziarah Kubur | Sebuah Renungan "

 
Template By Kunci Dunia