Pengalaman Pertama Kali Nyetir Mobil Sampai Nabrak Angkot

Pada tahun 2015 orang tua menyuruh saya untuk belajar mengemudi mobil di sebuah tempat kursus mengemudi, saat itu berumur sekitar 21 tahun, mungkin sangat pantas untuk bisa mengendarai kendaraan roda empat.

Padahal orang tua tidak memiliki mobil, tapi mereka tetap menyuruh untuk belajar mengemudi, mereka berkata walaupun tidak memiliki mobil, suatu saat jikalau menyewa atau meminjam mobil untuk keperluan tidak akan sulit mencari drivernya.

Dengan berat hati saya pun menuruti apa kata mereka, awalnya saya mengira bahwa belajar mengemudi di tempat kursus itu belajar di lapangan atau tempat khusus, tapi ini justru langsung ke jalanan yang penuh dengan kendaraan. Tapi setelah belajar sepuluh kali pertemuan yang dimana satu kali pertemuan belajar selama satu jam, saya lumayan mahir mengendarai mobil.

MEMBERANIKAN DIRI RENTAL MOBIL
Setahun sejak belajar mengemudi, saya bersama teman-teman berencana berlibur ke luar kota, tapi mereka ingin mencoba menggunakan mobil, walaupun saya sudah menjelaskan bahwa saya kurang mahir mengendarai mobil dan bahkan sudah setahun tidak pernah memegang stir, mungkin nanti akan kaku.

Tapi mereka mempercayai dan meyakini bahwa saya bisa mengendarai dengan lancar. Akhirnya kami sepakat untuk merental sebuah mobil untuk satu hari, dengan jaminan sebuah motor dan KTP, saya bisa merental mobil dengan lepas kunci (stir sendiri).

KEMBALI BAWA MOBIL SETELAH SEKIAN LAMA
Pada awal-awal menyetir mobil, rasanya agak kaku dan sedikit membuat jantung berdebar. Kopling mobil rentalan ternyata tidak terlalu dalam seperti mobil pada saat belajar dulu, jadi berhenti sedikit mobil selalu mati karena tidak bisa menyeimbangkan antara kopling dan gas.

Setelah setengah jam perjalanan, semuanya berjalan dengan lancar, saya mulai bisa menguasai keadaan kendaraan di jalanan. Namun satu hal yang membuat pikiran sedikit kacau, yaitu saya kurang terbiasa dalam mengira-ngira bagian kiri mobil, kadang ban mobil sebelah kiri selalu keluar jalur aspal.

NABRAK ANGKOT
Setelah 1,5 jam perjalanan,  kami sampai di kota purwakarta, jaraknya sudah jauh dari rumah. Saya semakin tenang dalam menyetir kendaraan, suara musik mengiringi kami selama perjalanan sampai hal yang tidak terduga pun terjadi, yaa saya menabrak sebuah angkot.

Jalanan di kota purwakarta arah wanayasa memang termasuk jalan alternatif, jalan tidak terlalu besar seperti jalanan provinsi. saat itu angkot berhenti di tengah jalan, saya kira akan menurunkan atau membawa penumpang, ternyata sang supir angkot kehed itu turun dari mobil, entah kemana, sempat kesal, karena si supir tidak memberhentikan mobilnya ke bahu jalan, tapi dia berhenti di tengah jalan.

Saya yang baru mengendarai mobil, mencoba untuk mendahului ke arah kanan, tapi yang terjadi adalah bemper depan mobil saya menyenggol belakang angkot, sontak saya kaget, antara lupa dan tidak bisa mengira-ngira bodi mobil, harusnya saya sadar bahwa mobil memiliki moncong.  Seharusnya saat membanting stir kearah kanan, mobil harus mundur sedikit agar bisa ada jarak antara mobil yang saya bawa dan angkot di depannya.

Saat keluar dari mobil dan mengecek bemper depan, benar saja, penyok parah. Saya mulai tidak tenang, teman-teman pun mulai panik. Saya mencoba untuk lebih tenang, supir angkot menyalahkan saya, padahal jelas dia yang berhenti seenaknya, tapi saya juga merasa salah karena tidak bisa memperhitungkan keadaan.

Supir angkot pun pergi seolah tak bersalah dengan wajah yang menjengkelkan. Saya mulai melanjutkan perjalanan, musik kembali di putar agar perjalanan sedikit lebih tenang, tapi teman saya menyuruh untuk mematikan musik, dia masih panik dan menurutnya musik mengganggu konsentrasi pengemudi.

TIDAK JADI BERLIBUR
Diperjalanan kami memutuskan untuk kembali pulang, dengan kondisi bemper yang rusak, sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Sembari pulang kami mencari bengkel ketok magic untuk membetulkan bemper penyok ini, alhamdulilah kami menemukannya dan semuanya beres dalam waktu setengah jam

Saat perjalanan pulang, kejadian tak diinginkan kembali terjadi, ada mobil yang terparkir di pinggir jalan, namun sebagian bodinya memakan badan jalan, saya menggeser kemudi sedikit ke arah kanan, tapi didepan ada sebuah mobil juga yang berjalan dengan cepat.

Perhitungan saya, pasti ketiga mobil antara mobil saya, mobil yang terparkir dan mobil yang di depan akan bertemu dan tentunya dalam keadaan sejajar, saya yang berada di tengah memastikan bahwa yakin tidak akan menyenggol atau menyentuh mobil lain saat bertemu. Tapi nyatanya spion mobil saya dengan mobil yang terparkir saling bersentuhan, "PTAAKKK" "ahh mampus pecah nih kayaknya kaca spionnya" tapi setelah di cek alhamdulilah tidak pecah, tapi yang terjadi adalah lampu sein spion yang sedikit pecah karena benturan tadi.

Perjalanan pun kembali menegangkan, teman-teman semakin was-was setelah dua kejadian tadi, kami mulai gelisah, tapi saya yakin semuanya akan baik-baik saja selama saya fokus dan berdoa saat mengemudi.

Akhirnya kami sampai di tempat merental mobil, saya tidak mengatakan apapun atas apa yang terjadi ke penyewa rentalan, lagi pula semuanya sudah kembali sedia kala sejak di ketok magic, dan spion yang sedikit mengalami kerusakan pun tidak terlalu kelihatan, jadi saya bilang semua lancar dan aman.

Pengalaman Pertama Kali Nyetir Mobil Sampai Nabrak Angkot
Saya sedang menggunakan mobil rental untuk berlibur (foto sebelum kejadian)
Pengalaman Pertama Kali Nyetir Mobil Sampai Nabrak Angkot
Saya bersama teman-teman yang merasa gelisah dan was-was setelah kejadian yang tidak terduga


Share this article :
+
0 Komentar untuk "Pengalaman Pertama Kali Nyetir Mobil Sampai Nabrak Angkot"

 
Template By Kunci Dunia