Pengalaman Jual Mobil Pribadi Sampai Laku Terjual | Terhindar Penipuan Pembeli

Memiliki kendaaraan roda empat menjadi mimpi bagi sebagian orang, apalagi kendaraan mewah dengan fitur yang modern.

Alhamdulilah saya bisa membeli mobil di usia 25 tahun, walaupun itu hasil patungan dengan ayah. Mobil pun digunakan bersama, baik untuk keperluan bisnis maupun sekedar jalan-jalan keluar kota.

Namun belum genap dua tahun usia kendaraan, mobil sudah harus di jual kembali dengan alasan kebutuhan dana yang mendadak.

Sebenarnya sayang sekali jika mobil ini dijual, pasti harga akan turun drastis. Apalagi mobil saya masih 17ribuan kilometer, tentu masih bagus seperti baru.

Saya yang kebingungan mencari calon pembeli, akhirnya memutuskan untuk menghubungi sales yang dulu pernah membantu saya membeli mobil di dealer toyota. Beliau bilang jikalau mau dijual kembali, hubungi saya saja, pasti dibantu.

MENAWARKAN KE SALES DEALER
Saya dengan beliau yang sudah kenal, tentu tidak sungkan untuk saling menawar harga jual mobil. Awalnya saya tawari 230jutaan (harga OTR mobil baru  260jutaan). 

Saya jelaskan kondisi mobil apa adanya, beliau mengatakan bahwa pasaran sekarang di 190-200jutaan, karena pandemi covid19, penjualan dan minat pembeli mobil menurun.

Namun hal yang membuat saya kecewa adalah beliau tidak serius membantu saya menjual mobil ini, seperti malas atau entah apapun itu. Chat pun tidak dibalas, dibalas pun sangat lama.

Ahh, saya memutuskan untuk tidak meneruskan proses ini dengan beliau, yaa paling paling jika saya kembali membeli mobil baru, saya pastikan tidak akan melalui beliau lagi.

MEMASANG IKLAN DI OLX
Setelah mengetahui pasaran harga jual mobil bekas, saya memutuskan untuk memasang iklan di OLX. Pasaran disana sekitar harga 210-225jutaan, pastinya dengan harga nego.

Agar iklan bisa tayang paling atas pencarian, saya melakukan pembelian paket iklan selama 7 hari sekitar 80ribuan. Potensi iklan akan terlihat calon pembeli 4x lipat, katanya.

Satu hari iklan berjalan, ada beberapa akun yang melihat nomor telfon, dan sebagian chat langsung. Tapi tidak sempat deal, karena penawarannya tidak sesuai.
Pengalaman Jual Mobil Pribadi Sampai Laku Terjual | Terhindar Penipuan Pembeli

MEMPOSTING DI FORUM JUAL-BELI FACEBOOK
Selain Olx, saya juga mencoba memposting di beberapa group jual beli mobil di Facebook, namun tidak ada orang yang merespon dengan mobil yang ditawarkan. 

Mayoritas calon pembeli hanya mencari mobil dengan budget dibawah 100juta, jelas ini jauh sekali dengan harga pasaran mobil saya.

POSTING DI WHATSAPP DAN INSTAGRAM STORIES
Tiga hari tidak ada calon pembeli yang benar-benar serius, saya mencoba sharing ke WA stories juga instagram, dengan caption tambahan jika ada yang membantu share dan berhasil terjual, maka akan mendapatkan komisi.

Mulai dari sini ada beberapa penawaran yang masuk, saya pilih calon pembeli yang benar benar serius dan bisa terjual minggu minggu ini.

Akhirnya ada calon pembeli yang ingin cek unit mobil ke rumah, keesokan harinya kami bertemu dan beliau mulai mengecek kendaraan. Kebetulan pembeli ini dari temannya teman saya, jadi saling share postingan yang saya buat.

Beliau mengaku bukan pembeli sebenarnya, hanyalah sebagai reseller mobil atau bisa disebut makelar. Tentu sangat tahu bagian minus mobil bekas, harga jual terupdate dan ahli dalam menawar barang.

MELAKUKAN PENAWARAN
Beliau bilang “Masa harganya segitu pak? (225juta), tidak mungkin segitu saya sudah tahu pasarannya”

Saya menjelaskan “Kalau bapak memang serius memang mau membeli, pasti saya juga kasih harga serius pak!”

Beliau “Saya serius pak, bos saya sudah nunggu keputusan harga yang tepat, kalau memang dapat jalan tengah harga penawarannya, saya ambil hari ini juga cash”

Setelah dua jam melakukan pengecekan kendaraan dan tawar-menawar, akhirnya Saya sepakat untuk melepas dengan harga 185juta, memang sangat jauh dari harga net yang saya patok. Tapi mau bagaimana, sedang pandemi seperti ini sangat jarang sekali pembeli yang benar-benar serius.

BERJAGA-JAGA TERHINDAR DARI PENIPUAN
Sebagai penjual tentu saya tidak mau tertipu si pembeli, baik itu pencurian ataupun penipuan dalam bentuk uang palsu.

Selama saya dan calon pembeli mengecek serta menawar harga, saya ditemani ayah sebagai saksi. Bilamana terjadi hal yang merugikan, setidaknya terdapat saksi. Atau bahkan perampokan saat test drive, jika saya melakukannya sendiri tentu tidak akan berani.

Saya pun membuat kesepakatan dengan calon pembeli bahwa saya tidak menerima uang cash ditangan, jadi agar aman saya ingin transaksi dilakukan melalui transfer atau melalui teller bank. 

Selain itu saya membuat surat jual beli mobil sebagai bukti hitam diatas putih, jikalau ada apa apa, baik itu penjual dan pembeli bisa saling melaporkan atas hal yang merugikan.

PROSES TRANSAKSI
Pembeli utama datang ke rumah membawa uang yang sudah disepakati, beliau membawanya secara cash didalam kantong plastik hitam. Awalnya dia menyodorkan untuk saya terima, namun saya menolaknya. 

Sesuai perjanjian transaksi dilakukan di teller bank, akhirnya ayah dan si pembeli ke bank untuk menyetorkan uang ke rekening saya.

Sementara saya dan reseller mobil atau calo menunggu di rumah, sementara itu saya menandatangani surat jual beli serta memastikan semua surat kendaraan lengkap juga kunci serep mobil masih ada .

Setelah uang masuk ke rekening, barulah pelepasan kunci dan surat dilakukan. Untuk kepentingan keamanan, saya foto sebagai bukti dokumentasi antara pembeli dan penjual.
Pelepasan kunci dan surat setelah uang diterima
TRANSAKSI JUAL BELI SELESAI
Alhamdulilah transaksi jual beli selesai, kami sepakat untuk menerima kekurangan kondisi mobil, tentu dengan harga yang disepakati.

Selain itu, karena pajak mobil sekitar tiga bulan lagi, saya bersedia meminjamkan KTP kepada pembeli sebagai syarat perpanjangan STNK. Serta bersedia membantu proses klaim asuransi selama masa aktif asuransi.







Share this article :
+
0 Komentar untuk "Pengalaman Jual Mobil Pribadi Sampai Laku Terjual | Terhindar Penipuan Pembeli"

 
Template By Kunci Dunia