Pengalaman Terkena Covid19 (Corona) hingga sembuh total

 Virus Corona yang merebak akhir-akhir ini semakin membuat masyarakat khawatir dan takut, pasalnya virus yang muncul di akhir tahun 2019 ini telah berevolusi menjdai varian Delta, dimana varian ini lebhi menular dibandingkan sebelumya.

Masyarakat diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yang dina
jurkan pemerintah, namun tetap saja ada yang lalai dari aturan yang telah dibuat. Sebagian masyarakat tidak percaya dengan adanya virus ini, dibilang konspirasi atau akal-akalan elite global.

AWAL MENGALAMI GEJALA

Pada akhir bulan februari 2021, kebetulan saya ditugaskan untuk memonitornig pekerjaan yang berada diluar kota, pada saat itu pergi ke daerah Tangerang. Di kota tersebut sudah dikatakan zona merah, tapi pada saat itu pergi keluar kota masih diperbolehkan.

Dengan protokol yang sudah dipatuhi dan tentu pula sudah menjalani rapid test antigen. Disana pun tetap menjalani protokol kesehatan, mulai dari menghindari berjaba tangan, mencuci tangan dan lainnya.

Namun, hal yang pertama diigat ialah ketika makan siang dan tidak mencuci tangan, yaa walaupun menggunakan sendok, tetap saja kadang memegang makan secara tidak sengaja. Singkat cerita kembali pulang ke kantor (karawang).

Pada tanggal 01 MAret 2021, saya kembali lagi ke tangerang karena memang pekerjaan tersebut belum selesai. Pada awal keberangkatan badan merasa tidak enak, memang sudah biasa pergi subuh dari rumah, tapi ini jelas berbeda, kala itu saya menyetir mobil dan AC tidak teralu besar, tapi mengalami dingin yang tak biasanya.

Seharian bekerja dan pulang pada sore hari, disini mulai terasa lelah dan seperti masuk angin, jalanan yang macet parah didaerah semanggi, membuat kaki merasa pegal tidak karuan,. terlebih badan yang semakin tidak bisa di koordinir.

Saya yang berpikir positif, mungkin ini terlalu lelah dan kurang minum air putih.

MERIANG DIMALAM HARI

Sesuai pulang dari kantor, saya lekas mandi dimalam hari, karena sudah terbiasa, jadi merasa akan baik-baik saja. Tapi yang terjadi pada pukul 1 malam, saya mulai kedinginan seluruh badan, berusaha mengambil selimut sebanyak-banyaknya jgua menggunakan jaket, tapi tetap saja masih terasa dingin menggigil.

Pagi hari badan terasa amat lemas, tidak bisa tidur semalaman dan untuk berjalan pun sangat payah, tidak sanggup berdiri terlalu lama, kepala pusing dan terasa sakit. Makin kesini gejala ini serasa tipus, karena sebelumnya saya sudah mengalami tipus.

BERGEGAS KE DOKTER

Kala itu saya langsung ke klinik dan beronsultasi dengan dokter, menjelaskan gejala-gejala yang dirasakan, dokter hanya memberi obat paracetamol serta pereda nyeri, tidak sama sekali ada judgement covid19, karena sejujurnya saya tidak mengalami batuk.

BERAKTIFITAS SEPERTI BIASA

Setelah 2 hari saya kembali beraktifitas seperti biasa, walaupun badan masih lemas dan kadang berkunang-kunang, tetap dijalani karena berpikir positif. Setelah hari ke-3 mulai ada gejala batuk-batuk, rasanya tenggorokan amat gatal dan tidak nyaman.

Hari ke-4 indra penciuman mulai berkurang, saya sangat ingat sekali, kala itu makan siang di kantor dan sama sekali tidak merasakan rasa makanan yang dimakan, padahal menu yang dimakan tergolong enak.

Selama dua hari saya hiraukan perasaan ini, memang saya sudah tahu bahwa hilangnya indra penciuman merupakan gejala Covid19, tapi tidak dihiraukan.

Ketika hari ke-5 tidak kunjung membaik, saya baru berkata yang sejujurnya kepada istri, dan benar saja setelah di test antigen, kedapatan positif. Jantung berdegup kencang, pikiran kacau dan tidak bisa tenang. Jelas keluarga sock dengan kondisi ini, karena memang di tempat tinggal belum ada yang terjangkit covid19.

ISOLASI MANDIRI

Akhirnya saya berpisah dengan keluarga juga meninggalkan tempat tinggal, saya dicarikan kontrakan oleh orang tua, sementara untuk tinggal disana selama 14 hari. Hal ini juga untuk memutuskan rantai covid ke keluarga, apalagi orang tua yang sudah paruh baya.

Entah kebetulan atau apa, kontrakan yang dicarikan ternyata dihuni satu keluarga saja dari 10 kontrakan, walaupun sepi tapi menurut saya ini sangat bagus juga tidak dicurigai. Sejujurnya takut sekali jika orang lain tahu bahwa ternyata saya ini mengidap covid19..

Selama menjalani isolasi mandiri, mulai mengalami beberapa gejala yang dirasakan seperti ;

- Diare yang terus menerus hingga jangka waktu 4 hari

- Mengalami sesak nafas, sejujurnya saya sangat khawatir dengan sesak nafas yang muncul dimalam hari, membuat cemas dan bagaimana jika perlu bantuan orang lain sementara jauh dari keluarga. Alhamdulilahnya sesak ini hanya dialami sekitar 5 hari saja.

Selama isolasi berlangsung, saya tidak pernah dikirimi makan, sehingga dengan terpaksa membeli makanan diluar, dan itu dengan  kondisi lemas dan pusing. Keluarga sebenarnya cemas, dan lebih cemas lagi jika tertular karena kontak dengan saya.

SELESAI ISOLASI

Setelah 14 hari kondisi tubuh mulai berangsur membaik, akhirnya menjalani test antigen untuk memastikan hasilnya negatif dari covid19. Alhamdulilah hasilnya dinyatakan negatif.

KUNCI UTAMA SEMBUH DARI COVID

Sebenarnya tidak ada yang istimewa untuk sembuh dari covid ini, asalkan makan yang cukup dan terutama buah-buahan agar tubuh banyak menyerap vitamin C. Tetapi saya tidak sering memakan sayuran, karena membeli langsung keluar, saya memilih makanan yang paling dekat dengan kontrakan saat isolasi.

Hal yang paling utama dari kesembuhan ini adalah selalu berpikir positif dan berdoa, saya enjoy dengan isolasi mandiri saya, bisa lebih metime dan mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.

Share this article :
+
0 Komentar untuk "Pengalaman Terkena Covid19 (Corona) hingga sembuh total"

 
Template By Kunci Dunia