Pengalaman Menjadi Produksi Engineering (Production Engineer)

Bekerja sesuai dengan bidang atau jurusan mata kuliah menjadi target seseorang, pasalnya disekitar saya sendiri banyak sekali orang yang bekerja namun tidak selaras dengan jurusan kuliahnya.

Saya yang kuliah di BSI dengan jurusan manajemen informatika,saat ini bertolak belakang dengan bidang pekerjaan yang dijalani, yakni menjadi engineering di sebuah perusahaan swasta.

Sejujurnya saya tidak ada basic sama sekali dengan bidang pekerjaan ini, tapi perusahaan mau memberi kesempatan untuk belajar serta mendalami ilmu engineering.

AWAL MULA BEKERJA

Pengalaman terakhir sebagai staff CTPAT nyata nya susah sekali mencari pekerjaan yang related, karena memang CTPAT hanya ada di sebagian perusahaan yang menerapkan sistem pencurian di internal.

Selang setahun tidak bekerja, alhamdulilah diterima diperusahaan automotif di daerah Karawang barat.

Awalnya saya ragu ditawari menjadi produksi engineering, karena memang tidak ada basic sedikit pun kearah sana. Namun user yang menginterview menjelaskan bahwa disini tidak serumit engineer diluaran sana, bisa belajar dari nol.

Akhirnya saya menerima pekerjaan itu, selain penasaran, saya ingin sekali mencoba dan belajar dibidang ini.

SEBULAN PERTAMA BEKERJA

Hal yang paling sulit ialah beradaptasi, sama halnya dengan saya yang bekerja sebagai engineering baru. 

Sebenarnya engineering itu terbagi-bagi, mulai dari mengurus project baru, project yang sudah berjalan, perbaikan dan lain sebagainya.

saya kebetulan mengurus project baru dan beberapa improvement, dan karena project baru masih di tangani atasan, saya hanya mem-follow up improvement saja.

IMPROVEMENT PROJECT ENGINEERING

Diperusahaan dimana saya bekerja, yang termasuk dalam improvement dari project engineering banyak sekali cabangnya.

Saya ditugaskan mengikuti Monozukuri, yang dimaksud Monozukuri ialah bagaimana sebuah pekerjaan bisa diringkas tanpa mengurangi nilai kualitasnya. Misalnya, memangkas cycletime tanpa mengurangi pengecekan.

Bahkan pengurangan ketebalan material parts mobil dengan tujuan memangkas biaya produksi mobil, maka jangan heran mengapa mobil zaman sekarang itu ada istilah 'Kalengan'  yang berbeda dengan zaman dahulu yang memiliki bodi kuat dan tebal.

MENANGANI PROJECT BARU

Project baru yang biasa ditangani oleh saya ialah part body bagian kendaraaan mobil, mayoritas ialah stamping part. Dan project ini benar-benar dimulai dari nol.

Perusahaan mendapatkan drawing part, kemudian kita sebagai vendor akan membuatkan drawing tooling stamping (dies/cetakan), namun perusahaan tidak seutuhnya membuat tooling, biasanya mencari supplier yang bisa membuat cetakan.

Jika sudah ada keputusan siapa yang membuat tooling, maka selanjutnya saya sebagai engineering harus mulai mengatur schedule pembuatan tooling itu sejalan dengan semestinya. Misalnya menjalani trial  sebelum produksi massal.

Dalam melakukan trial pun tidak sembarangan, ada jadwal yang harus di tentukan, pada umumnya trial ini dinamakan event, karena sebelum produksi massal ada beberapa event yang harus dilewati.

Setiap event nilainya harus selalu bertambah, dan lebih baik. Misalnya event pertama berhasil membuat part dengan kualitas bagus 80%, setiap event harus melebihi persentase awal hingga pada akhirnya 100%.

Belum lagi membuat beberapa dokumen seperti FMEA, PPAP, inspection report dan lain sebagainya yang masuk sebagai persyaratan approval new project sebelum produksi massal.

Pada umumnya membutuhkan waktu sekitar paling sedikit 6 bulan persiapan hingga part tersebut benar-benar oke. Dan setelah produksi massalpun tetap akan di kontrol oleh engineering selama 3 bulan, apakah tooling yang di gunakan tersebut sudah oke dan tidak ada perubahan.

KESAN MENJADI ENGINEERING

Kesan  pertama yang dialami pusing luar biasa karena tidak ada pengalaman menangani sebuah projek, namun seiring berjalannya waktu saya mulai bisa beradaptasi dengan bidang pekerjaan ini.

Kedua banyak sekali ilmu tentang perindustrian yang didapatkan, tentu ini kan menjadi bekal jika saya menemukan pekerjaan baru, selain itu akan selalu bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki pengalaman yang lebih banyak, sehingga saya bisa menyerap ilmunya dan di implemetasikan 

DOKUMENTASI

Ketika monitoring progres pembuatan tooling

Proses probing scan yaitu pengecekan fixture 
Awase dan spotting dies jika terdapat akurasi yang kurang pas

Share this article :
+
0 Komentar untuk "Pengalaman Menjadi Produksi Engineering (Production Engineer)"

 
Template By Kunci Dunia