Curahan Hati Seorang Pria Kemayu berada ditengah Masyarakat

Aku dibesarkan dikeluarga biasa yang mencintaiku, tidak ada yang spesial dari keluargaku ini, namun aku sangat nyaman menjadi bagian keluarga ini. Aku tahu kedua orang tuaku menyayangiku tanpa menuntut apapun dariku, tak perlu menjadi sesuatu yang seharusnya, hanya cukup menjadi diri sendiri.

Aku mulai menyadari bahwa diri ini berbeda dengan orang lain, yaa aku menyadari bahwa aku ini pria yang boleh dikatakan kemayu. Menurut mereka mulai dari cara berbicara, berjalan juga mimik wajah lebih cenderung feminim (seperti wanita), aku tak bisa mengelak akan hal ini,karena memang ini nyatanya, bahkan sudah menjadi bahan olok-olokan.

MENJADI BAHAN CANDAAN
Sejak sekolah dasar banyak dari teman-teman menyebut dengan nama yang kurang pantas didengar, seperti banci, bencong, dan sebagainya. Wajar saja bila mereka berkata seperti itu karena memang aku berbeda dengan teman laki-laki kebanyakan, kadang dari mereka hingga bermain fisik sembari mengatakan banci, melawan tapi apa daya itu tidak akan berhasil, bahkan akan semakin menjadi-jadi. Akhirnya lebih memilih diam dari pada memancing keributan.

Namun yang tidak ku sangka adalah menjadi bahan candaan hingga dewasa, wajarlah jika sewaktu sekolah dasar disebut banci, yaa namanya juga anak SD, tapi hal ini berlanjut hingga SMP, SMA bahkan hingga kedunia pekerjaan saat ini, ironi memang tapi inilah kenyataannya. Berada dikalangan masyarakat yang kurang menerima sesuatu yang tidak seharusnya.

APAKAH SAKIT HATI?
Pada awalnya jujur sangat sakit hati sekali jika ada yang memanggilku dengan sebutan yang kurang pantas atas kefeminimanku ini, bahkan pernah hingga mengurung diri karena ejekan dari orang lain. Aku berfikir mengapa mereka bisa mengolok-olok walaupu n itu hanya sebatas bercanda, apakah mereka tidak mengerti apa yang kurasakan? sebenarnya hati ini sakit, menangis dan bahkan jika bisa menjerit sekuatnya sambil berkata "mengapa tuhan aku seperti ini, berbeda dengan yang lainnya sehingga menjadi bahan candaan mereka".

Menjadi kemayu itu bukan hal yang dibuat-buat, hal ini murni bahkan dari kecil. Kemayu itu masuk kedalam definisi 'identitas' bukannya 'sikap', jadi jika ada seseorang yang kemayu dan berubah menjadi Manly (cowok banget) itu sangat jarang ditemukan, atau bisa saja mereka hanya berakting dan kesannya dibuat-buat untuk menjadi Manly.

Namun berbeda dengan kawan sewaktu masa kuliah, bahkan dari mereka satu pun tidak pernah ada yang menyinggung soal kekuranganku, kami berbicara, membahas mata perkuliahan, kerja kelompok dan bahkan bercanda pun tidak pernah sekalipun menyinggung sifatku ini, padahal jumlah siswa dalam satu kelas mencapai 60 orang, belum lagi ada yang ku kenal dikelas lain. Sungguh beruntungnya aku bisa dikelilingi kawan sebaik mereka sewaktu masa kuliah, bisa menerima kekurangan seseorang.

Menurut pandanganku mungkin saja mahasiswa bisa mengontrol, merasakan dan membaca emosional serta situasi tertentu, yaa mahasiswa adalah contoh baik kepada lingkungannya, dan termasuk lingkungan kampus. Jadi apakah aku bisa berstatment bahwa kawan sewaktu SMA dan dipekerjaan belum berpikir dewasa dan terbuka dengan orang lain? apakah mereka seperti orang yang tidak berpendidikan? mungkin itu kembali kepada pribadi mereka masing-masing.

BERNIAT UNTUK BUNUH DIRI
Aku pun sering berfikir untuk bunuh diri jika mental ini sedang down karena terlalu terpengaruh oleh ucapan mereka, bahkan niat untuk bunuh diri ini selalu ada secara terus menerus hingga saat ini. Mungkin saja bukan aku saja yang merasakan ini, banyak juga pria yang sama sepertiku disana yang selalu menjadi korban bully dan pernah terbesit pikiran untuk mengakhiri hidup.

Pada suatu ketika aku pernah mengobrol dengan kawan dekatku diperusahaan, entah mengapa aku bisa terbuka dengannya mengenai kekuranganku ini, dan ada satu kalimat darinya yang membuatku seperti ditampar keras sekali. Kawanku ini mengatakan bahwa sebenarnya dia itu malu jika mengajak temannya yang kemayu bergabung dengan temannya yang lain, dia mengatakan bahwa dia tidak ingin diejek karena berteman dengan seseorang yang kemayu, dan itu artinya berlaku berteman denganku.

Namun dia juga mengatakan jika hangout keluar kota itu oke oke saja, karena tidak akan ada temannya yang melihat dia berteman dengan seseorang yang kemayu seperti diriku atau yang lain. Sungguh itu membuat diriku berpikir ulang untuk bersosialisasi di tengah masyarakat, apakah selain kawanku ini ada orang yang sama pikirannya dengannya yang malu memiliki teman yang berbeda.

Mengapa seorang pria kemayu lebih memilih berteman dengan sesama teman kemayu ataupun wanita, yaa salah satu alasannya adalah karena teman prianya tidak ingin berteman dengannya, akhirnya mereka lebih berteman dengan yang sama-sama pernah dikucilkan di masyarakat ataupun berteman dengan wanita karena perasaan mereka lebih sensitif.

Seharusnya orang-orang seperti ini dirangkul, diarahkan tanpa harus menyinggung, memaksa apalagi dijauhi, karena kita juga memiliki perasaan yang sama seperti manusia yang mengatasnamakan dirinya normal. Mungkin saja pria kemayu jika berteman dengan banyak teman pria akan terbawa menjadi lebih lelaki lagi karena pergaulan, tapi tidak semua orang bisa menerima kekurangan seseorang dimatanya.


0 Komentar untuk "Curahan Hati Seorang Pria Kemayu berada ditengah Masyarakat"

Silahkan Komentar sobat !
Berkomentarlah dengan sopan dan tidak menaruh link aktif!
Baca Aturan Berkomentar

Back To Top