Pengalaman Menjadi Suami dalam Proses Program Hamil (Promil)

Menjalani program kehamilan pada sesuai pernikahan susah-susah gampang, itu semua tergantung kesiapan hormon baik itu istri maupun sang suami. Butuh kesabaran agar istri bisa cepat hamil, saya pun menunggu hingga waktu tiga bulan, dan akhirnya istri bisa positif hamil.

Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi jika program hamil bisa terlaksana dengan baik, saya mempelajari hal tersebut mulai dari membaca artikel di internet, konsultasi dengan dokter dan bahkan bertanya secara langsung kepada teman yang sudah berpengalaman.
Pengalaman Menjadi Suami dalam Proses Program Hamil (Promil)


KESIAPAN MENTAL
Pertama kali jika ingin memiliki buah hati, kesiapan mental harus di miliki antar kedua pasangan, ada baiknya bahas terlebih dahulu rencana promil atau penundaan kehamilan dengan KB.

Kesiapan mental sangat penting dipersiapkan karena menyangkut kehidupan si anak kelak, jika memang tidak siap secara mental, apakah kebutuhan anak nanti secara emosional terpenuhi dengan baik.

KESIAPAN FISIK
Selain mental, fisik kedua pasangan pun harus prima. Mulai dari asupan makanan serta olahraga yang cukup. Saya sendiri lebih memperbanyak memakan sayuran serta mengurangi makanan yang di goreng, sedangkan istri lebih memakan makanan serta minuman yang tinggi akan asam folat.

Saya biasanya memberikan istri susu merk Prenagen prakehamilan (esensis), sedangkan saya biasa di buatkan sayur tauge oleh istri. Bagi anda baik istri ataupun suami yang  masih meminum alkohol juga merokok, ada baiknya sedikit dikurangi atau jika memang bisa dihentikan, hal ini agar metabolisme tubuh serta kualitas tubuh baik.

JADWALKAN SAAT HUBUNGAN INTIM
Membuat jadwal saat menjalin hubungan intim merupakan hal yang terpenting jika anda ingin segera di karuniai momongan. saya sebagai suami pun harus tahu kapan masa subur seorang wanita dan kapan si wanita sedang tidak subur.

Hal yang pertama saya gali informasinya ialah melalui istri sendiri, kebetulan istri memiliki perode haid yang teratur, dia haid biasanya pada tanggal 28 setiap bulannya, namun setiap bulan selalu mundur. Misalnya pada bulan Januari haid pada tanggal 28, maka bulan Februari pada tanggal 29, dan seterusnya seperti itu.

Setelah memastikan kapan haidnya, maka saya tanyakan pula kapan berakhirnya (bersih), misalnya masa haid hanya sekitar lima hari, maka pada tanggal 3 atau 4 sudah mulai bersih dan tidak ada bercak haid sedikitpun.

Semenjak tiga hari sesudah bersihnya haid, saya mulai menghitung selama 12 hari kedepan, karena menurut artikel yang pernah dibaca, 12 hari setelah masa haid ialah masa subur wanita. Oleh karenanya saya mulai berhubungan pada 3 hari hingga maksimal 12 hari setelah masa haid istri.

Dan 5 hari menjelang masa haid boleh dikatakan masa yang paling tidak subur bagi seorang wanita, jadi sangat kecil kemungkinan untuk bisa hamil pada masa ini.

Lalu bagaimana menghitung masa subur pria? saya sebagai suami pun terus berusaha mencari informasi baik dari laman daring maupun kerabat dekat. Saya mulai melakukan hubungan intim maksimal hanya dua kali selama seminggu.

Mengapa demikian? tujuan hal tersebut ialah agar kualitas sperma yang dihasilkan sangat baik, baik dalam artian secara fisik kental dan secara kuantitas spermatozoa pun melebihi persyaratan pembuahan.

Hal yang saya lakukan sebelum melakukan hubungan ialah ketika saya dalam keadaan tidak sedang lelah atau stres, karena hal itu sangat mempengaruhi kualitas sperma. Jadi ada baiknya hubungan dilakukan pada malam hari menjelang tidur ataupun saat bangun di pagi hari.

BERDOA
Setelah semuanya dilakukan namun masih belum juga diberi momongan, doa ialah jalan yang terbaik diatas segala usaha yang telah di ikhtiarkan. Buah hati merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan tuhan yang maha esa, jika memang keluarga kecil anda sudah dirasa dipercaya, niscaya mukzizat mana yang tidak akan terjadi.

Saya selalu berdoa disetiap selesai shalat lima waktu pada saat istri belum juga hamil, kira-kira seperti doanya ;
Ya Allah, jika memang engkau percaya kepada kami untuk memiliki momongan, maka kami akan sekuat tenaga menjaganya. Namun jika kami memang belum diberi kepercayaan untuk menjaganya, kami ikhlas atas segala ketentuanmu. Amin

Share this article :
+
0 Komentar untuk "Pengalaman Menjadi Suami dalam Proses Program Hamil (Promil)"

 
Template By Kunci Dunia