Film Karya Ernest Prakarsa Lebih Bagus dibandingkan Raditya Dika

Film Indonesia semakin tahun semakin banyak betebaran di bioskop, bahkan penontonnya pun hingga mencapai jutaan, dibandingkan perfilm-an tempo dulu, film saat ini sudah berada di puncak kejayaannya.

Namun tidak semua film Indonesia menarik di mata penonton, kadang film sudah bagus tapi tidak sesuai dengan minat penonton dan akhirnya kurang laku. Oleh karena itu banyak produser serta sutradara membuat film yang berkualitas dan menjadi minat mayoritas masyarakat Indonesia.

Saya sebagai penyuka film baik itu film dalam negeri ataupun luar, lebih memilah-milah film yang menurut saya pribadi bagus, biasanya terlihat dari sinopsis film serta trailer yang ada di Youtube. Mayoritas film yang bagus ya buatan luar negeri apalagi produksi Hollywood.

FILM KARYA RADITYA DIKA & ERNEST PRAKARSA
Film yang paling saya suka di Indonesia yakni film yang di sutradarai serta di skenarioi oleh Raditya Dika dan Ernest Prakarsa. Film yang biasanya bergenre komedi ringan membuat penontonnya tidak garing dan bosan.

Film yang menurut saya bagus ialah film "Single" yang di sutradarai Radit dan Film "Cek Toko Sebelah" oleh Ernest. Bahkan penontonnya lebih dari satu juta saat penanyangannya.



RADIT KALAH SAING DENGAN ERNEST
Semakin tahun film karya Raditya Dika semakin kurang berkualitas, seperti film Hangout, Target. Saya rasa Radit terlalu menonjol sebagai karakter utama di filmnya sendiri, dengan karakter yang itu-itu saja, ya seperti yang kita tahu, Radit dalam fimnya selalu berperan dengan karakter seorang yang polos, bermuka datar dan paling sial apalagi dalam hal perjodohan.

Bagi saya karakter radit sudah mulai bosan untuk di tonton, tidak ada penyegaran sama sekali. Berbeda dengan Ernest yang memerankan tokoh dengan karakter berbeda di setiap filmnya, bahkan Ernest tidak selalu menjadi pemain utama.

Misalnya dalam film Cek Toko Sebelah dan Ngenest, walaupun di perankan oleh Ernest sebagai pemain utamanya, karakter yang dibawakan justru berbeda. Ini menunjukan bahwa seorang aktor bisa berperan sebagai siapa saja, keluar dari zona nyaman karakternya sendiri.

Ernest juga hanya menjadi pemeran pembantu seperti di film Susah Sinyal dan Imperfect. Mungkin dia ingin menunjukan bahwa film yang bagus tidak harus menjadi pemain utama di karyanya sendiri.

PESAN MORAL FILM
Lagi lagi Ernest menang dalam hal pesan moral dalam sebuah perfilm-an, misalnya film Cek Toko sebelah yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari bahwa pekerjaan orang tua tidak harus selalu diwariskan kepada anaknya, karena setiap anak memiliki keinginan sendiri dalam meraih masa depannya.

Film Sunyah Sinyal yang menceritakan persoalan kedekatan ibu dan anak yang semakin renggang karena pekerjaannya. Film Imperfect yang memiliki pesan bahwa kita harus mencintai diri sendiri, bukan kesempurnaan menurut pandangan orang lain.

Saya rasa Radit harus melihat bagaimana Ernest membuat jalan film yang apik dan menarik, bukan soal humor yang di tonjolkan walaupun bergenre komedi, melainkan pesan yang dibawakan film untuk penontonnya itu sendiri, dan komedi hanya sebatas figuran agar penonton tidak jenuh dengan jalan ceritanya.
Share this article :
+
0 Komentar untuk "Film Karya Ernest Prakarsa Lebih Bagus dibandingkan Raditya Dika"

 
Template By Kunci Dunia