Ketuban Rembes Duluan, Tapi Tidak Mules | Pengalaman Melahirkan

Bagi seorang ibu yang baru pertama kali hamil anak pertama, besar kemungkinan sulit merasakan dan membedakan bagaimana mulas biasa atau mulas akan melahirkan, kontraksi palsu dan kontraksi melahirkan dan bahkan mana air ketuban atau keputihan.

Ini sama halnya dengan istri saya yang kebingungan ketika ada air rembes di minggu-minggu akan melahirkan.

Saya sebagai suami yang terus memantau perkembangan istri dari awal kehamilan hingga melahirkan, jadi tahu banyak hal. Salah satunya ialah tanda-tanda akan melahirkan.

KETUBAN REMBES DULUAN TAPI TIDAK MULES
Pada saat minggu ke 38 kehamilan istri, tepatnya pukul 1 siang, ia merasakan ada air yang keluar tapi sepertinya bukan air kencing. Kecurigaan lebih kepada keputihan atau air ketuban yang pecah.

Mengingat sudah di minggu akhir kehamilan, akhirnya saya dan istri datang ke bidan untuk memeriksakan kandungannnya.

Ternyata benar saja, air yang rembes merupakan ketuban yang pecah, Ini merupakan hal yang wajar dan dipastikan tidak akan lama lagi melahirkan mengingat sudah pembukaan pertama.

Namun hal yang abnormal ialah ketuban yang pecah tidak disertai rasa mulas, istri tidak merasakan apapun, dan ini yang berbahaya bagi bayi nanti.

Bidan merujuk kami ke rumah sakit, karena istri harus menjalani induksi (perangsang mules) agar cepat ke pembukaan selanjutnya atau jika memang tidak memungkinkan dilakukan bedah caesar.

MELAHIRKAN DI RUMAH SAKIT
Selama perjalanan air ketuban terus saja mengalir, bidan bilang semakin air ketuban rembes maka pasokan oksigen bagi bayi akan semakin menipis.

Dokter dirumah sakit memberikan opsi untuk menunggu selama 4 jam hingga rasa mulas muncul secara alami, atau langsung di berikan induksi perangsang mulas.

Saya yang kebingungan mulai banyak bertanya ke kerabat yang memang pernah memiliki kondisi yang serupa, akhirnya saya memutuskan untuk memutuskan untuk induksi setelah setengah jam berpikir. 


Surat pun ditanda tangani sebagai pernyataan bahwa saya sebagai suami siap atas resiko kedepannya 
setelah induksi di suntikkan.

Saya mendapat masukan dari kerabat bahwa jika memang istri sudah rembes namun tidak ada rasa mulas, sebaiknya cepat diberikan induksi, hal ini agar terhindarnya ketuban menipis didalam rahim sehingga bayi akan kehabisan pasokan oksigen, dan terpaksa operasi sesarlah yang menjadi jalan terakhir agar ibu dan bayi selamat.

Alhamdulilah setelah 5 jam induksi istri berhasil melahirkan secara normal. Istri dan anak pun selamat dan sehat hingga sekarang.

KESIMPULAN
Melahirkan secara normal adalah keinginan setiap ibu, namun kadangkala ada bidan atau dokter yang menyarankan untuk menjalani operasi caesar demi keselamatan ibu dan bayi.

Menurut pendapat saya, dokter lebih mengetahui bagaimana kondisi serta segala kemungkinan yang terjadi, jangan memaksakan untuk melahirkan secara normal, apalagi sampai kesana kemari mencari bidan atau dokter yang bisa mengusahakan untuk melahirkan normal.

Hal itu justru membuat waktu memilih keputusan semakin sempit dan kondisi ibu semakin mengkhawatirkan, namun keputusan tersebut tergantung anda dan keluarga. Semuanya pasti menginginkan yang terbaik dan terutama keselamatan nomor satu.

Share this article :
+
0 Komentar untuk "Ketuban Rembes Duluan, Tapi Tidak Mules | Pengalaman Melahirkan"

 
Template By Kunci Dunia