Alasan Sebenarnya Mengundurkan Diri dari PT CSI

Tak terasa sudah 2 bulan sudah resign dari PT CSI, walaupun hanya sekitar 6 bulan  bekerja disana namun sudah cukup banyak pengalaman yang saya rasakan. Saya bekerja di PT CSI pada akhir tahun 2017 sebagai Staff PST ( product security team), tepatnya departemen PST. Sebenarnya PST adalah departemen baru yang mengelola tentang keamanan produk sepatu, memang model produk baru dari development NIKE tidak boleh bocor sebelum masa launching di USA sana, jadi departmen ini sangat-sangat diperlukan sekali.

JOBDESK PST
PT CSI harus mematuhi segala peraturan dari Nike, inc pusat, dan lahirlah sebuah peraturan mengenai "standar keamanan produk". Standar yang harus dijalani ada 11 poin (saya tidak bisa menyebutkannya secara gamblang, karena rahasia), diantara 11 poin tersebutlah saya mendapatkan 1 poin yakni mengenai keamanan produk melalui control CCTV.
Baca Juga : Pengalaman Bekerja di PT CSI
Secara umum tugas saya adalah memata-matai segala bentuk kecurigaan dan wajib melaporkannya kepada atasan, namun dari jobdesk ini menjalar kebeberapa jobdesk lainnya, boleh dikatakan menjadi Double Job.
Teman-temanpada saat masa pengenalan (masa training), ini bukan partner kerja yang dimaksud dibawah nanti


DOUBLE JOB
Sebenarnya dengan satu tugas pemantauan CCTV saja sudah cukup banyak pembuatan laporannya, dalam satu hari saja harus menyelesaikan 4 laporan yang berbeda-beda secara tertulis, ditambah lagi laporan yang diinput kedalam komputer serta laporan E-mail.

Sejak di mutasi ke cabang yang ada di area Cikampek tugas Staff PST pun bertambah satu yaitu menjalankan sistem Access Control. Tugasnya adalah memantau surat jalan mobil keluar masuk, karyawan masuk-keluar, pemeriksaan kendaraan bea cukai keluar, penyegelan di kendaraan, pemerikasaan kamera dasboard mobil, dan masih banyak lainnya. Satu tugas bercabang menjadi banyak tugas dan itu harus dilakukan.

Saya bersama 2 teman lainnya harus saling bahu membahu bagaimana agar sistem ini tetap berjalan, walaupun kami tipisahkan oleh sistem SHIFT. Jadi kami bekerja sendiri? boleh dikatakan ya, tapi tidak juga karena kami dibantu oleh GA (General Affair) dan security.

Entah kenapa rasanya pada posisi ini kurang personil pada saat shift 1, karena jam sibuk adalah berada di shift 1. Bayangkan saja kami harus melakukan ;

  • Melakukan pemantauan CCTV
  • Laporan tertulis, minta ttd
  • Pemerikasaan kamera dasboard mobil, sementara mobil keluar masuk lebih dari 6, dan itupun paling sedikit 2 kali keluar masuk
  • Pemerikasaan surat bea cukai keluar (tanggung jawab sangat besar, karena tanpa persetujuan kami barang tidak bisa keluar, dan jika ada barang keluar tidak sesuai surat maka itu adalah kesalahan kami)
  • Berbagai macam komplen dari security, karena banyak karyawan yang menyalahi prosedur
  • Pembuatan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) jika ada pencurian sepatu, hilang produk, hilang peralatan penunjang kerja, pelanggaran karyawan, dll
  • INvestigasi lapangan berdasarkan BAP yang telah dibuat, dan ini butuh kebih dari satu hari
  • Pemerikasaan kamera CCTV yang rusak, hilang koneksi, blur, terhalang oleh benda asing, bergeser


Dan ini dilakukan hanya oleh satu staff saja, sebenarnya Chief (atasan) sudah meminta satu personel untuk membantu ketika di shift satu, tapi manager tidak mengizinkan dengan alasan kelebihan orang dan akan memakan cost.
Baca Juga : Pengalaman Ikut Tes, Interview, MCU PT CSI
Okelah mungkin seperti inilah tugas seorang staff dalam bekerja, harus siap apapun, kapanpun dan bagaimana pun. Alasan ini juga tidak terlalu menggangu sebenarnya, dan saya enjoy dalam menjaninya. Tapi, ada hal lain yang ikut andil dalam Kenapa saya mengundurkan diri.

PARTNER KERJA
Mengapa saya betah bekerja di perusahaan Yamaha dan Honda selama 4 tahun? ya salah satu alasannya adalah partner kerja/teman kerja, walaupun diawal-awal susah akrab, namun makin lama sepertinya seperti saudara, bahkan saya pun kadang tidak rela jika habis kontrak dan berpisah dengan teman-teman rasa saudara disana.

Ini berbanding terbalik ketika saya bekerja di PT ini, biasanya adaptasi itu sekitar 3 bulanan dan bisa akrab kesananya bukan? tapi tidak untuk kali ini, first impression bertemu dengan partner kerja dalam departmen ini sedikit berbeda, dari cara pergaulan, bercanda dan dalam hal lain sepertinya tidak sreg dengan saya (walaupun tidak semuanya yaa).

Di awal-awal saya memang pendiam dan tidak banyak tingkah, karena memang saya adalah seorang Introvert, namun jika sudah mengenal sifat aslinya, saya bakal berbeda, entah itu cerewet, suka berguyon, bahkan menjadi ekstrovert, karena saya tidak mau memberi kesan menjengkelkan diawal bertemu dengan orang baru. Selain itu mereka seperti tidak ingin saya bergabung kedalam lingkungannya, mereka membuat forum grup whatsapp nonformal, saya merasa pernah dibicarakan dalam forum tersebut dan sampai saat ini saya sama sekali tidak tahu. Mereka belum sepenuhnya terbuka dengan kehadiran saya, sebenarnya mereka baik , cuman kalian tahu sendiri arti "Baik cuman baik, tapi kesan akrabnya kurang, bahkan tidak ada". Saya tahu mereka menilai saya dengan kepribadian A, mereka tahu dan mereka seperti ingin menjauh karena kepribadian A ini.

Kadang saya berusaha basa -basi dengan mereka tapi respon mereka hanya sebatas jawaban saja,  bukan obrolan yang makin asyik, dan menjadikan Awkward moment.

BENTURAN DENGAN SECURITY
Ada hal lain yang semakin kuat menjadi alasan mengunduran diri yaitu benturan-benturan antara staff PSt dan security. Benturan sepeti apa? sepeti yang diketahui bahwa PST itu selain mengawasi produk juga mengawasi security yang melakukan pelanggaran. Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh seorang security akan dilaporkan oleh Staff PST keatasan, dan atasan akan melaporkannya ke outsourching security pusat, sehingga mereka akan mendapatkan teguran baik itu secara lisan maupun tertulis dari pihak outsourching. Permasalahannya adalah mereka hanya sebatas kontrak dan suatu saat akan diberhentikan karena pelanggaran yang mereka buat melalui laporan kami. Disisi lain kami kasihan dan disisi lain ini merupakan jobdesk kami sebagai staff PST.
Baca Juga : Pengalaman Bekerja di PT CSI
Ada hal yang lebih parah dari itu, kami dituntut untuk melaporkan segala pelanggaran yang mereka perbuat atau dengan kata lain kami adalah musuh secara tidak langsung, selain itu kami dituntut untuk bekerjasama dengan mereka untuk melakukan pengawasan keamanan seperti patroli keliling gedung, sungguh ironi memang tapi ini memang kenyataannya. Faktor inilah yang membuat saya bingung sendiri dengan sistem yang dibuat oleh atasan, kami bekerja sama dengan mereka dan kami mengawasi gerak gerik mereka, seperti musuh dalam selimut bukan?.

Disinilah selalu muncul gejolak permasalahan antara staff PST dengan security, sebagian dari mereka tidak sudi dengan adanya PST, bahkan mereka seperti terkurung oleh peraturan PST, memang ini rencananya agar meminimalisir kelasahan kedepannya, tapi mereka salah paham akan hal ini.

Pernah suatu ketika sebelum melakukan patroli ada salah satu security yang sengaja berteriak didepan office kami sambil memaki-maki kinerja PST bahwa kami kerja hanya duduk dan hanya mencari kesalahan security, memang sakit rasanya walaupun tidak secara langsung ada dihadapannya, tapi inilah yang terjadi, mereka juga seakan tidak menerima kedatangan kami (walaupun tidak semuanya). Kejadian ini terus berulang-ulang hingga entah mengapa pekerjaan ini sungguh tidak cocok dengan kriteria saya, secara manusiawi saya kejam melaporkan kesalahan mereka, dan jujur dihati nurani saya sebenarnya tidak ingin seperti ini, tapi harus bagaimana lagi karena sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban.

MEMUTUSKAN UNTUK MENGUNDURKAN DIRI
Mengundurkan diri pun tidak sembarangan, saya meminta saran dari orang-orang terdekat dan bahkan sholat istikharah untuk meminta petunjuk kepada Allah Swt. Teman yang sudah akrab dengan saya pun awalnya mencegah dan tidak percaya dengan keputusan saya, bahkan tetangga dan teman-teman dirumah menyayangkan hal ini karena sudah menjadi karyawan tetap mengapa tidak dipertahankan.

Menurut saya pribadi mengapa kita harus bekerja dengan penuh tekanan? padahal banyak diluar sana pekerjaan yang cocok dengan kemampuan kita, uang boleh banyak tapi pikiran stres memang ada obatnya? gila yang ada.

Hal kedua yang membuat keputusan ini semakin bulat adalah karena PT ini menggunakan waktu kerja selama 6 hari (senin sampai sabtu), saya ingin bekerja dengan waktu Senin sampai jumat, karena jika satu hari libur saja jujur itu tidak cukup (terbiasa 5 hari kerja).

Selain itu PT semacam ini (pabrik sepatu) rentan akan goncangan PHK dan bangkrut, kita tahu sendiri pabrik sepatu itu hanya menerima orderan dari Nike, Adidas atau semacamnya, jadi sewaktu-waktu bisa saja orderan dikurangi dan berpengaruh terhadap karyawan. Misalnya saja kasus PT Deanshoes yang mengurangi jumlah karyawannya hingga 2000 karena orderan sepatu dari Nike berkurang, mengapa berkurang? karena mereka tidak memenuhi target atau kualitas produk buruk.

Akhirnya dengan semua keputusan yang ada dan berat hati saya mengundurkan diri dari PT CSI, semoga ini adalah langkah pertama menggapai kesuksesan dengan jalan lain, Amiin.

0 Komentar untuk "Alasan Sebenarnya Mengundurkan Diri dari PT CSI"

Silahkan Komentar sobat !
Berkomentarlah dengan sopan dan tidak menaruh link aktif!
Baca Aturan Berkomentar

Back To Top