Pengalaman di BENTAK oleh Satpam Toko Buku Gramedia

Hari minggu adalah hari yang menyenangkan untuk beraktifitas, saya sering mengisi waktu di hari minggu untuk traveling, wisata kuliner, menonton di bioskop atau sekedar jalan-jalan saja. Pada hari minggu ini saya ingin menyempatkan diri untuk ke toko buku, dan memilih untuk pergi ke toko terbesar dan terlengkap di Indonesia, orang-orang pun pasti sudah tidak asing dengan toko buku Gramedia. Toko buku Gramedia yang berada dikarawang memang sangat luas, terdiri dari 2 lantai.

MENCARI BUKU
Datang dengan kendaraan motor dan langsung masuk ke parkiran basement yang ada dibawah gedung, masuk ke lantai dasar dan disanalah terdapat koleksi buku yang murah sekitar Rp10rb hingga Rp30rban. Tertarik dan mencoba untuk melihat-lihat, namun sepertinya tidak ada yang cocok, karena memang dilantai dasar ini adalah buku-buku yang kurang laku dan sudah lama dipajang, akhirnya dibanderol dengan harga murah. Turut prihatin juga karena penulis sudah susah payah menulis, tapi bukunya kurang laku dipasaran dan akhirnya menjadi korban obral buku, sepertinya minat membaca masyarakat Indonesia sangat kurang.

Pada akhirnya saya naik ke lantai 2 yang mana disana terdapat buku-buku keluaran terbaru, recommended book, best seller dan rak buku disana sangat terorganisir rapih sesuai dengan tema, ini berbanding terbalik dengan yang ada dilantai dasar dimana buku tergeletak pada keranjang secara acak.

PERGI KELUAR GEDUNG GR*MEDIA
Setelah mebeli sejumlah buku, saya pergi keluar tepatnya ke bioskop untuk melihat film terbaru apa yang sekiranya cocok untuk di tonton, dan disini saya tidak sendirian karena ditemani di-Dia. Setelah melihat list film yang ada di bioskop sepertinya tidak ada tontonan yang menarik, dan memutuskan untuk pulang.

Berjalan keluar gedung dan menuju gedung Gramedia, sebenarnya jalan masuk kendaraan dan pejalan kaki memang dibedakan, namun saya lebih memilih jalan kendaraan masuk karena itu memang lebih dekat ke basemen parkiran motor dibandingkan harus melalui jalur pejalan kaki yang lumayan jauh dan harus menaiki anak tangga pula.

namun disaat akan melewati portal otomatis kendaraan saya diberitahu dengan suara agak tinggi oleh satpam bahwa jalurnya bukan kesana melainkan kesini (sembari menujukkan), namun saya balas dengan jawaban "saya mau ke parkiran pak," dengan agak tersenyum, saya dan satpam juga tahu bahwa jika memilih jalan yang dilalui kendaraan akan lebih cepat karena memotong jalan. Lagi pula tidak ada kendaraan yang lewat dan ada ruang untuk bisa dilewati pejalan kaki. Akhirnya saya berjalan terus setelah menjawab kata tersebut, namun saya kaget satpam berkata dengan nada tinggi "NGERTI GAK SIH, JALAN SINI" sembari menunjukkan muka marah dan mata melotot, akhirnya saya dengan terpaksa memilih jalan yang seharusnya tanpa berkata apapun, satpam tersebut masih melototi saya sembari jalan ke jalur khusus pejalan kaki.

SAYA MEMANG SALAH
dalam kasus ini saya memang 100% salah karena tidak mentaati peraturan yang ada, saya nekat melewati jalur kendaraan karena memang minggu kemarin pun tidak dicegah oleh satpam, namun kali ini satpamnya berbeda dari minggu yang lalu.

Saya memang salah, namun saya kecewa terhadap satpam tersebut yang berbicara dengan nada tinggi bahkan dengan ekspresi amarah. Saya tahu saya salah, namun seharusnya satpam tersebut menghampiri saya dan langsung melakukan tindakan penghadangan, tidak berdiam diri ditempat sembari berkata keras.

Saya ini adalah konsumen toko buku Gramedia yang sejatinya diperlakukan baik dan sopan, walaupun itu salah, tidak sampai menyinggung perasaan orang lain. Satpam ditempat seperti ini atau tempat yang melayani banyak pelanggan/konsumen seharusnya diberikan sedikit pengarahan oleh pengelola tempat, karena satpam yang ditempatkan di pelayanan seperti Bank, Mall, instansi pemerintah itu berbeda degan satpam pabrik . Mereka mestinya belajar dari satpam bank yang amat ramah sekali, walaupun ada nasabah yang emosi karena kesalahannya sendiri, atpam masih bersabar untuk menegaskan kesalahan kepada nasabahnya, namun tidak berlaku satpam yang menjaga sebuah kawasan pabrik, perumahan yang notabene harus tegas menindak bahkan diperkenankan untuk berkata dengan nada tinggi sebagai ketegasan, jika tidak seperti itu maka seorang karyawan pabrik atau orang lain akan melawan dan bertindak seenaknya.

KESIMPULAN
Akhir kata dari semua yang terjadi di toko buku tersebut awalnya tidak terlalu dipermasalahkan, tapi hingga saat ini BENTAKAN satpam itu masih terngiang-ngiang dikepala, bahkan saya sudah memutuskan bahwa tidak akan datang lagi ke toko buku tersebut, setidaknya mungkin hingga satu tahun atau dua tahun kedepan, atau mungkin hingga satpam yang membentakku saat itu tidak lagi bertugas disana. Mungkin saya berlebihan, tapi ini adalah salah satu wujud kekecewaan seorang pelanggan. Sebagai gantinya saya bisa mencari buku di toko lain ataupun secara online.
0 Komentar untuk "Pengalaman di BENTAK oleh Satpam Toko Buku Gramedia"

Silahkan Komentar sobat !
Berkomentarlah dengan sopan dan tidak menaruh link aktif!
Baca Aturan Berkomentar

Back To Top